Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Kurang Modal, Pernah Gadaikan Kendaraan

Bagikan

Menjalankan usaha memerlukan niat kuat. Terutama bagi para perantau yang ingin berusaha di daerah orang. Itulah yang ditunjukkan Agus Mahendra, pria asal Singaraja Denpasar. Kini dia berhasil mengembangkan bisnis percetakan yang dirintis bersama istrinya.

***

AGUSA�menjalankan usaha bersama istrinya yang asli berasal dari Gunungsari, Siti Umratul Hidayah. Keduanya menjalankan usaha percetakan sejak tahun 2012. Usaha ini dimulainya dari nol.

a�?Awal mengembangkan usaha memang berat, karena tidak ada modal,a�? kata Agus Mahendra disampingi sang istri Siti Umratul Hidayah kemarin pada Lombok Post.

Agus belajar percetakan secara otodidak. Termasuk dalam desain grafis. Bahkan sampai sekarang dia mengaku masih tetap belajar, walaupun kebanyakan desain grafis dikerjakan pegawainya.

Agus memulai usahanya dengan menerima orderan percetakan undangan pernikahan. Namun karena waktu yang dibutuhkan untuk editing dan lain-lainnya cukup lama, orderan membuat undangan ini dilepasnya. Saat itu pun terpikir membuka percetakan dengan menerima orderan lainnya.

a�?Pertama kami buka di rumah dan menjalankan dengan mencari relasi,a�? terangnya.

Mereka berdua kerap turun lapangan untuk mencari customer saat itu. Cuaca panas terik maupun hujan bukan penghalang bagi keduanya.
a�?Kita menjalankannya dengan senang dan ikhlas,a�? ungkapnya.

Karena tidak cukup modal, dia mengaku pernah menggadaikan BPKB kendaraan untuk modal. Di mana hasil gadai Rp 9 juta, digunakan untuk mengontrak toko. Setelah itu keduanya mendapatkan bantuan KUR.

a�?Saat itu masih sepi sekali orderannya,a�? kata Dayah sang istri.

Di depan toko tersebut, Dayah menjual bensin dan pulsa. Cara ini hanya taktik untuk menggaet customer. a�?Biasanya saat ada orang lagi beli bensin atau pulsa tanya-tanya percetakan bisa terima apa saja, sekarang banyak yang jadi customer tetap saya,a�? ujar wanita kelahiran 27 Mei 1989 tersebut.

Seiring waktu customer banyak yang datang. Lama kelamaan usaha ini makin berkembang. Mereka pun akhirnya merekrut banyak pegawai untuk membantu pekerjaannya.

Dalam merekrut pekerja, keduanya mencari orang yang tidak bisa apa-apa, tapi memiliki kemauan untuk belajar. a�?Kita bisa mencari yang profesional, tapi percuma kalau motifasi kerjanya tidak bagus,a�? terangnya. (nurul/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *