Ketik disini

Praya

Pemprov Pertemukan Loteng dan Lobar

Bagikan

PRAYA – Sengketa batas wilayah antara Lombok Tengah (Loteng) dan Lombok Barat (Lobar), akhirnya disikapi provinsi. Pemkab Loteng melalui Administrasi Pemerintahan Umum (APU), menerima undangan Rapat Koordinasi (Rakor) menyangkut persoalan yang satu itu.

a�?Semoga ada titik temu. Yang jelas, kita tetap memiliki hak atas lahan di titik koordintat (TK) I, II dan III di wilayah Nambung, Desa Montong Ajan itu,a�? kata Kabag APU Setda Loteng, Lalu Aknal Afandi, kemarin.

Hak tersebut, kata Aknal dibuktikan melalui pipil tanah yang dipegang masing-masing warga dan pemkab. Termasuk, perjalanan historisnya.

a�?Alhamdulillah, kalau dengan Lombok Timur (Lotim) clear and clear. Tidak ada masalah dengan batas wilayah. Beda dengan Lobar,a�? ujarnya.

Dikatakannya, mediasi berkali-kali dilaksanakan, baik tingkat provinsi hingga pusat. Namun, sampai sekarang tidak ada titik temu. Lobar tetap bersikeras Nambung masuk Desa Buwun Mas, Sekotong. Begitu pula sebaliknya Pemkab Loteng.

a�?Ini rakor pertama kalinya dilaksanakan provinsi. Bukan mediasi. Mudah-mudahan, dengan rakor ini, ada jalan keluar terbaik,a�? katanya.

Loteng berharap hasil rakor tersebut tidak merugikan kedua belah pihak Loteng dan Lobar. Provinsi harus berada ditengah, tidak boleh berpihak kemana-mana.

a�?Di undangan yang saya terima itu, rakor melibatkan pula Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Kota Mataram. Pembicaraannya soal tapal batas,a�? bebernya.

Rombongan yang akan dibawa, ungkap Aknal dari pemerintah kecamatan Praya Barat Daya dan Kepala Desa (Kades) Montong Ajan.

a�?Awal mula sengketa lahan ini dimulai dari klaim sepihak Lobar. Bukan dari kita,a�? sambung Camat Praya Barat Daya, Kamarudin, terpisah.

Untuk mempersiapkan bahan rakor, pihaknya telah meminta kades dan kadus setempat, agar menyiapkan bukti historis mengenai wilayah A�Nambung, kependudukan dan lain sebagainya.

a�?Bisa dibilang kita ini sebenarnya lamban menyikapi klaim Lobar. Tapi, dari pada tidak sama sekali,a�? katanya.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *