Ketik disini

Metropolis

Pilkada Kota Mataram Berlanjut

Bagikan

MATARAM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akhirnya memperjelas Pilkada Mataram yang sebelumnya masih tanda tanya. Melalui surat yang ditandatangani Komisioner KPU RI Ida Budiarti selaku Plh Ketua,A� KPU RI memerintahkan KPU Mataram untuk menindak lanjuti putusan Panwaslu Mataram terkait sengketa pilkada yang dimohonkan pasangan H Salman – Janna Hamdiana (Sahaja).

Dalam surat bernomor 565/KPU/II/2015 itu menyatakan agar KPU Kota Mataram melaksanakan Keputusan Pengawas Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram. “KPU Kota Mataram agarr melaksanakan keputusan Pengawas Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram Nomor R.S. 00w/Pilwal/VIII/2015 demi terpenuhinya hak-hak pemohon penyelesaian sengketa dan terlaksananya pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota
Mataram Tahun 2015,” isi surat KPU RI yang diterima Lombok Post dari sumber terpercaya.

Salah satu poin penting dalam surat tertanggal 4 September itu, menerima pendaftaran yang dilakukan pasangan Sahaja pada tanggal 2 Agustus lalu.

Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori yang dikonfirmasi Lombok Post membenarkan surat tersebut. Meski begitu, pihaknya hari ini akan membahas perintah KPU RI tersebut.

“Iya benar, tapi kami baru akan bahas besok (hari ini, red). Intinya KPU Provinsi akan meminta KPU Mataram untuk melaksanakan surat KPU tersebut,” ujar Aksar.

Sementara itu Ketua Panwaslu Kota Mataram Srino Mahyarudin yang dihubungi Lombok Post tadi malam mengaku tidak tahu menahu tentang adanya surat keputusan KPU RI yang beredar. Sampai saat ini, Panwaslu Kota Mataram tidak pernah menerima surat rekomendasi yang dikeluarkan Bawaslu RI kepada KPU RI.

“Belum tahu, sampai malam ini saya belum tahu seperti apa surat keputusan KPU RI,” katanya saat dihubungi via telepon.

Ia menjelaskan, Panwaslu Kota Mataram datang ke Jakarta untuk memberikan keterangan kepada Bawaslu RI terkait kronologis dari awal proses Pilkada Kota Mataram. “Kami menyampaikan fakta-fakta berdasarkan kronologis, mulai dari pendaftaran tanggal 26 sampai keputusan terakhir,” jelasnya.

Setelah memberikan keterangan, pihak Panwaslu Kota Mataram tidak tahu menahu isi rekomendasi yang dikeluarkan Bawaslu RI.

“Saya tidak tahu, yang punya kewenangan itukan Bawaslu RI, sampai saat ini rekomendasi yang ditujukkan kepada KPU RI saya belum tahu, itu menjadi ranah dari Bawaslu RI dan KPU RI,” katanya.

Begitu juga dengan Ketua Bawaslu NTB Khuwailid mengaku belum mendapat informasi tentang adanya surat KPU RI tentang kelanjutan Pilkada Kota Mataram. Pihaknya masih menunggu surat pemberitahuan resmi.

a�?Saya tidak tahu ada info tentang itu,a��a�� katanya melalui pesan BBM dan WhatsApp.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Mataram H Ainul Asikin beserta anggota komisioner yang dimintai keterangan tadi malam belum bisa dikofirmasi. Namun, sore sebelumnya Asikin memastikan KPU Mataram belum mendapat surat keputusan dari KPU RI terkait Pilkada Kota Mataram.

“Belum ada, coba besok pagi aja dicek lagi,” katanya.

Sementara itu pengamat Komunikasi Politik IAIN Mataram Dr Kadri menilai Partai Golkar punya andil untuk menentukan apakah pilkada akan dilaksanakan 2015 ataukah harus mundur di tahun 2017. Pasalnya, Partai Golkar terutama kubu Aburizal Bakrie sudah menyatakan sikap mencabut dukungannya dari pasangan H Salman – Jana Hamdiana.

Dikatakan, jika dalam prosesnya Partai Golkar justru diam, tentu Pilkada Mataram akan berlanjut dengan catatan pasangan Sahaja memenuhi syarat dan ketentuan yang berdasarkan undang-undang.

“Ruang itu ada di tangan Golkar, kalau Partai Golkar diam ya tentu Pilkada Mataram akan berproses,” ujar Kadri.

Menurut Kadri, masing-masing punya kepentingan terkait debateble apakah Pilkada Mataram ditunda atau tetap dilangsungkan 9 Desember 2015. Namun, jika mengacu pada surat remsi KPU RI, menurut dia tentu apa yang direncanakan akan dilakukan.

Kondisi tersebut, kata Kadri akan semakin membuat dinamika politik di Mataram lebih bergairah dibandingkan enam daerah lainnya yang menggelar pilkada serentak 2015.

“Melihat pertarungan para pihak yang bekepentingan ya tentu dinamika politik di Mataram akan semakin ramai meskipun masih menjadi perdebatan,” tandas dia.

Siapa yang diuntungkan jika pilkada berlanjut?.

Dengan lugas Kadri menilai tentu pasangan H Ahyar Abduh – H Mohan Roliskana (Aman ) sangat diuntungkan. Terlebih sudah tidak ada lagi pesaing yang mampu menandingi pasangan Aman untuk meraih “tahta” nya kembali.

Dia menilai, Pilkada Mataram akan menjadi sebatas formalitas dan pertarungan demokrasi sangat tidak ada. Terlebih, pasangan Sahaja diketahui sebagai pasangan calon yang memuluskan jalan Aman.

“Ya sebagai ritual demokrasi yang melengkapi syarat-syarat pasangan Aman, Sahaja termasuk orang-orangA� sama yang dihajatkan untuk mendorong kemenangan Aman sehinggaA� rivalitas itu sangat minim, jadi ya pilkada formalitas,” tandas dia.

Dia meyakini pasangan Aman akan menjadi pemenang mutlak jika ternyata pilkada Mataram berjalan mulus. Meski begitu, dia berharap masyarakat benar-benar menjalankan aktivitas dengan tertib selama proses berlangusung. (edy/ili/fat/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *