Ketik disini

Selong

PKBM Hidup Segan Mati Tak Mau

Bagikan

SELONG – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang beberapa tahun lalu begitu menjamur di Lotim kini berbalik 180 derajat. Lantaran minimnya dukungan dana, banyak PKBM kini tinggal nama tanpa kegiatan apapun.

a�?Yang masih aktif mereka yang benar-benar berjuang dengan keringan sendiri, itupun sangat sedikit,a�? kata Junaidi, Kepala Balai Pengembangan Kegiatan Belajar Masyarakat (BPKBM) NTB, kemarin.

Padahal pada PKBM yang tersebar di desa-desa inilah diharapkan pengembangan masyarakat bisa dilakukan. PKBM dalam penciptaannya terdahulu diharap bisa meningkatkan kemampuan warga desa. Mulai dari pembebasan buta aksara, hingga peningkatan kemampuan baca tulis.

a�?Mirisnya itu banyak yang kondisinya mengenaskan karena tak ada aktifitas,a�? katanya.

BPKBM dijelaskannya memiliki tugas membina para tenaga pengajar, baik dari non formal maupun pengajar PAUD. Tujuannya meningkatkan kemampuan para pendidik tersebut.

Kondisi saat ini, banyak pendidik yang tidak sesuai spesifikasinya dengan tugas yang diemban. Misalnya mereka yang mengajar bukan lulusan pendidikan, bahkan ada yang hanya lulusan SMP saja.

Karena itu, pelatihan dan pembekalan diberikan agar para pengajar dapat meningkatkan level sesuai kualifikasi yang diperlukan.

a�?Itu yang bisa kita bantu, kalau soal dana untuk operasional PKBM tak ada di kami,a�? jawabnya lagi.

Ditambahkan Junaidi, sesuai semangat saat awal didirikan, PKBM merupakan lembaga yang berasal dari dan untuk masyarakat. Karena itu untuk operasional, seharusnya ditanggung bersama semua kalangan di desa.

Mengharap bantuan pusat seperti beberapa tahun silam merupakan hal yang hampir pasti tak akan membuahkan hasil. Iapun memberikan saran agar Anggaran Dana Desa (ADD) yang diterima seluruh wilayah bisa dialokasikan untuk itu. Dengan demikian, PKBM yang sudah sekarat bahkan mati suri bisa kembali dihidupkan.

a�?Coba komunikasi dengan kades, saya yakin itu bisa,a�? katanya memberikan masukan.

Sementara itu L Muhir, Ketua Forum Kades Lotim mengatakan pada dasarnya ADD bisa digunakan untuk keperluan apapun di desa. Selama tujuannya untuk pembangunan desa dan jelas pertanggungjawabannya, hal itu tak mustahil dilakukan.

Namun untuk tahun ini hal itu tak bisa terlaksana karena tahun anggaran sudah berjalan. Untuk mewujudkan hal itu katanya harus disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Lotim yang di turunkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes).

a�?Itu usul yang baik, tapi kemungkinan tahun depan,a�? jelasnya. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *