Ketik disini

NASIONAL

Santunan Maestro Rp 25 Juta/Tahun

Bagikan

JAKARTA – Pemerintah kembali menunjukkan perhatian kepada para maestro seni tradisi nasional. Wujudnya adalah pemberian penghargaan dan uang tunai Rp 25 juta. Selain itu masih ada tunjangan atau santunan Rp 25 juta per tahun untuk sepanjang hayat sang maestro.

Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Kacung Marijan mengatakan program pemberian santunan kepada maestro itu dijalankan sejak 2007 lalu. Total saat ini sudah ada 51 orang maestro seni tradisi yang mendapakan tunjangan tahunan itu.

a�?Tahun ini ada lima maestro baru yang mendapatkan tunjangan dan mulai kita serahkan 22 September nanti,a�? katanya di kantor Kemendikbud kemarin.

Kacung menjelaskan kelima maestro baru penerima santunan itu adalah Mael Aya, 73 tahun, asal Kalimantan Tengah. Dia adalah maestro sebagai pengajar karungut, yakni alat musik tradisional gong dan gendang.

Kemudian ada Arang, 60 tahun, dari Kalimantan Utara sebagai maestro pembuat dan pemain alat musik tradisional sampe. Ada juga Abdul Wahab Lihu,78 tahun, dari Gorontalo sebagai penutur tujaa��i. Pelestarian tradisi lisan tujaa��i sangat penting karena sejenis puisi adat tetapi tidak memiliki aksara.

Maestro berikutnya adalah Yustinus Hockey, 70 tahun, asal Poso. Dia menjadi maestro dengan keahliannya sebagai pencipta lagu, penyanyi, dan penari tarian tradisional suku Pamona. Lantas maestro yang kelima adalah Jan Malibela, 73 tahun, dari Sorong, Papua Barat. Jan Malibela dikenal sebagai penari, penyair, sekaligus perupa.

Kacung mengatakan seremoni pemberian penghargaan sekaligus santunan itu digelar dalam Gelar Malam Penghargaan Kebudayaan 2015 di Taman Ismail Marzuki 22 September nanti. Pada malam itu para maestro itu akan mendapatkan uang Rp 50 juta (Rp 25 juta penghargaan dan Rp 25 juta santunan tahunan).

a�?Santunan diberikan kepada maestro sampai akhir hayatnya,a�?kata dia.

Guru Besar Fisip Universitas Airlangga itu mengatakan satunan tahunan itu merupakan wujud apreasiasi pemerintah terhadap para maestro.

a�?Penghargaan patut mereka terima atas dedikasi dan prestasi mereka,a�? katanya. Menurut Kacung para maestro itu sudah teruji konsisten berkreasi dan merawat seni tradisi.

Kepada kelima maestro dan 51 maestro yang ditetapkan sebelumnya, Kacung berharap tetap menjaga konsistensinya di bidang kesenian tradisi. Selain itu juga mendorong mereka supaya terus bersemangat menularkan ilmu dan keterampilannya kepada generasi muda bangsa.

Tim penilai penetapan maestro Romo Mudji Sutrisno menuturkan, salah satu kriteria yang diambil adalah para senimaan tadi betul-betul merawat kebudayaan. Selain itu model pendidikan dengan bidang-bidang seninya, mereka memberi visi kebudayaan. a�?Sehingga hidup kita menjadi lebih berarti. Dengan kebudayaan yang mereka bangun, hidup kita semua bisa semakin sejahtera,a�? katanya.

Dengan pemberian penghargaan dan santunan itu, Romo Mudji mengatakan pemerintah atau negeri ini memberikan hormat dan apresiasi yang nyata. Terlebih para maestro itu sudah memberikan nuansa keindonesiaan dan kultural bangsa ini yang sangat majemuk. Mulai 20 September nanti kelima maestro ini berada ke Jakarta. Mereka akan difasilitasi memamerkan kegiatan seni tradisi masing-masing. a�?Kita jadikan ini sebagai pesta rakyat,a�?jelasnya. (wan/r5)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *