Ketik disini

Bima - Dompu

Camat Woha Bela Diri

Bagikan

BIMA a�� Camat Woha Drs Dahlan yang diindikasikan terlibat politik praktis dalam kampanye Pasangan Calon Nomor 4 ternyata di bantah oleh dia. Ia pun menceritakan kronologis kejadian saat itu.

Kata Dahlan, tanggal 31 Agustus 2015 lalu, dirinya diundang oleh Karang Taruna Desa Risa untuk menghadiri acara penyerahan hadiah sepak bola mini. Usai pertandingan Final dan memasuki massa pembagian hadiah, tiba-tiba hadir pasangan calon Hj Indah Damayanti Putrid an H Dahlan M Noer (Pasangan Dinda).

Sebelumny, aku Dahlan, dia tak mengetahui akan ada kehadiran salah satu pasangan calon. Pasca pemberian hadiah, euforia masyarakat di Desa Risa dan para pendukung Pasangan Dinda membuat dirinya selaku kepala wilayah di Kecamatan Woha.harus cerdas dan bijak pada situasi kondisi rakyat yang sedang bergembira.

a�?Saya hanya menghargai euforia dan kebahagian masyarakat saya itu saja. Masyarakat yang sedang merasa bahagia dengan kehadiran pasangan calon membuat saya harus menghargai rakyat saya yang ada di acara itu. Jika berikutnya ada pasangan calon lain yang kebetulan berkampanye di wilayah saya, akan saya perlakukan dengan cara yang sama. Bukan untuk para calon, tapi demi masyarakat woha yang sedang melaksanakan pesta demokrasinya,a�? jelas Dahlan pada Lombok Post, akhir pekan lalu.

Soal mengangkat jari sebagaimana yang telah beredar di media sosial. Hal ini, menurut Dahlan, karena situasi semata untuk menghargai keadaan saat itu. a�?Saya ini PNS dan saya tahu batasan dan larangan yang mengikat pada diri saya. Tidak mungkin saya melakukan kampanye atau tindakan politik praktis,a�? imbuhnya.

Lanjut Dahlan, saat itupun kapasitas sdirinya diundang oleh karang taruna. Dan memang tidak ada jadwal kampanye Pasangan Dinda atau pasangan calon lainnya di Desa Risa. a�?Karena situasi saat itu saja yang membuat saya harus pandai menghargai masyarakat yang sedang berbahagia dengan hadirnya salah satu pasangan calon. Jangan katakan kampanye kalau hanya mengangkat empat jari saja. Situasi itu sangatlah kondisional. Intinya saya tidak pernah berkata-kata atau tindakan dan prilaku saya yang menyeru, mengajak atau mengkampanyekan pasangan calon yang ada di situ. Empat jari yang saya angkat hanyalah sebatas menghargai kehadiran pasangan calon dan ikut merasakan kebahagian rakyat saya yang mendukung pasangan calon nomor empat. Dan jika pasangan calon hadir dan berkampanye di wilayah saya dan situasi sama tak terencana seperti ini, saya pun akan berlaku sama demi masyarakat Kecamatan Woha,a�? tandas Dahlan menegaskan kembali alasannya.

Sementara itu, Ketua Panwascam Kecamatan Woha, Rusli mengaku telah mengundang Camat Woha dan mengklarifikasi hal ini. Dan untuk Camat Woha sendiri telah kami lakukan pemanggilan dan mengklarifikasi hal tersebut. a�?Memang saat itu tidak ada jadwal kampanye pasangan Dinda. Mereka hanya diundang oleh Karang Taruna Desa Risa demikian pula dengan Camat Woha,a�? jelas Rusli.

Dan hasil klarifikasi, sambung Rusli, Camat memang membantah telah berpolitik praktis a�?Saat itu kami ada di lokasi. Memang semua terjadi seperti tidak direncanakan. Namun, hal ini masih dalam kajian dan dalam waktu dekat laporan terulis dari kami akan segera di sampaikan ke Panwaslu Kabupaten Bima,a�? terang Rusli. (cr-gus/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *