Ketik disini

Metropolis

Ribuan Anak Ikuti Pawai Budaya Nusantara

Bagikan

MATARAM – Untuk melestarikan dan mengenalkan budaya tradisional sejak dini pada anak-anak Kota Mataram, Sanggar Kesenian Budaya (SKB) Kota Mataram menggelar pawai Budaya Nusantara. Kegiatan tersebut telah berlangsung Sabtu (5/9) sore di depan taman Sangkareang hingga depan kantor wali kota Mataram. Pawai budaya ini diikuti ribuan anak dari seluruh PAUD se-Kota Mataram.

“Kegiatan ini merupakan program kerja SKB Kota Mataram untuk melestarikan budaya dan mengenalkan budaya nusantara kepada anak-anak Kota Mataram,” terang H Ramiun, kepala SKB Kota Mataram.

Dijelaskannya dalam kegiatan hari ini ada beberapa rangkaian kegiatan acara yangdigelar. Misalnya saja kegiatan peragaan busana tradisonal, kesenian tradisional hingga permainan tradisional.

Dikatakan Ramiun, seiring perkembangan waktu ada beberapa budaya tradisional yang tertelan zaman. Kalau tidak dilestarikan dan dikenalkan pada anak sejak dini, maka bukan tidak mungkin warisan budaya bangsa ini akan lenyap selama-lamanya. Untuk itu, pembelajaran kepada anak-anak usia dini dinilai akan lebih efektif karena di masa ini adalah masa usia emas anak-anak.

“Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Belajar ketika dewasa jadi kepala batu,” ucapnya.

Dalam pawai budaya tersebut, ada beberapa permainan tradisional yang di pertunjukkan yang kemudian harapannya nanti bisa dilestarikan. Misalnya saja betemplekan, lulungsi, poksiat, manuk kurung dan banyak yang lainnya.

Ada juga penampilan tarian rudat massal yang akan dipertontokan oleh anak usia dini dan siswa Taman Kanak-kanak. Penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani yang menghadiri dan menyaksikan langsung kegiatan ini memberi apresiasi sebesar-besarnya kepada SKB Kota Mataram.

“Kami berterima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Ini merupakan salah satu upaya kita semua untuk membentuk generasi emas Indonesia ke depannya melalui penanaman nilai budaya dan karakter anak usia dini ,” terang Selly dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia mengatakan usia 0-6 tahun adalah masa emas bagi seseorang untuk dibentuk karakter moral dan agamanya. Oleh karena itu, peran orang tua untuk membentuk karakter anak sangat penting. Tentunya juga dengan dukungan pemerintah dan lingkungan masyarakat.

“Mari kita bina dan bimbing anak-anak kita agar berkembang menjadi generasi yang bemoral, beragama dan memiliki akhlak mulia,” pesannya. (ton)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *