Ketik disini

Headline Sportivo

Pelatih Tarung Derajat Jual Emas

Bagikan

MATARAM – Tarung Derajat merupakan salah satu Cabor yang diunggulkan. Termasuk di ajang POPNAS XIII/2015 Bandung, Jawa Barat. Namun di event ini, tarung derajat tidak tersentuh dana sedikitpun dari Dikpora NTB. Meski demikian, cabor ini tak patah arang untuk tetap mengikuti POPNAS.

Ya, mereka saweran mengumpulkan dana untuk memberangkatkan atlet dan pelatih. Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen mengharumkan nama NTB di kancah nasional. Rencananya, mereka akan berangkat ke Bandung, 9 September (Besok, red). Cabor tarung derajat akan bertanding di GOR Sasakawa Jalan Pajajaran Bandung.

Pelatih tarung derajat POPNAS Jamaludin Bado mengatakan, event ini sungguh sangat mengecewakan. Pasalnya, mereka tidak mendapatkan bantuan dana dari pemerintah sedikitpun. Meski demikian, mereka ingin membuktikan bahwa kemandirian tarung derajat ini bisa dibayarkan dengan memboyong medali di POPNAS nanti.

a�?Kami rela tinggalkan anak istri tanpa pamrih. Karena kami memiliki jiwa tarung derajat yang tinggi,a�? kata pria berbadan kekar ini.

Bahkan, mereka latihan menggunakan dana pribadi. Termasuk biaya akomodasi, sarana dan prasarana hingga makan. Mereka tidak pernah mengharapkan kepada pemerintah. a�?Kami tidak ingin jadi pengemis yang nodong uang sana sini tapi tidak pernah terealisasi,a�? kata pria yang biasa disapa Bado.

Mereka optimis untuk memberikan dua emas di POPNAS kali ini. a�?Sekarang kami hanya meminta doa saja dari masyarakat NTB. Semoga saja para atlet bisa bermain bagus dan mendapatkan medali,a�? harapnya.

Bado mengatakan, atlet yang akan dibawa ke Bandung hanya tiga orang. Yakni; Alam Mahaba (kelas 57 kg), Satriawan (kelas 40-45 kg) dan Rika Satrika (kelas 43-46 kg).

Terpisah pelatih lainnya Sukriawan menambahkan, dia sampai menjual cincin emas milik istrinya. Hal itu dilakukan hanya untuk membawa terbang cabor tarung derajat ke Bandung. a�?Saking jalan buntu, saya harus merelakan tabungan masa depan demi mengharumkan nama NTB,a�? kata pria asal Dompu itu.

Meskipun di POPNAS pertarungan diadakan dengan sistem non eksebisi, seharusnya cabor ini tetap diperhatikan. a�?Jangan main lepas tangan. Secara pribadi, saya kecewa dengan kebijakan yang diambil oleh Dikpora NTB,a�? keluhnya.

Terpisah Kabid Pemuda dan Olahraga Dikpora NTB Anang Zulkarnaen mengatakan, POPNAS tahun ini, tarung derajat adalah cabor yang tidak dipertandingkan. Namun karena diusulkan oleh tuan rumah, sehingga tarung derajat dipertandingkan tapi dengan catatan sifat pertandingannya itu non eksebisi. Artinya, meski cabor ini berprestasi pada POPNAS, hasilnya tidak akan berpengaruh pada peringkat provinsi.

Karena non eksebisi berarti, cabor ini bukan menjadi tanggungan Dikpora NTB untuk memberikan anggaran. Pasalnya, dana yang ada di Dikpora hanya diberikan kepada cabor yang sudah terdaftar di Kemenpora. Hasil itu didapatkan dari hasil POPWIL beberapa bulan yang lalu. Misalnya, cabor voli indoor putri dan basket putra.

a�?Kami hanya memberikan fasilitas seperti jaket untuk pemberian nama kontingen. Sebenarnya hal itu sudah dibahas pada rapat beberapa hari yang lalu,a�? pungkasnya. (cr-lie/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *