Ketik disini

Headline Praya

Rampok Marak, Polisi Kemana Saja?

Bagikan

PRAYA – Aksi kawanan perampok semakin meresahkan warga Lombok Tengah (Loteng). Terakhir rampok menghabisi nyawa Amaq Satriah, di gubuk Menseleng, Dusun Emboan, Desa Mangkung, Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng) Sabtu (5/9) kemarin.

Hal ini membuat warga mengkritisi kinerja polisi. Warga menilai dari sekian banyak kasusA� perampokan beberapa bulan terakhir, belum satu kasus pun terungkap.

Sebelum Amaq Satriah kasus serupa terjadi di Dusun Mentorok, Desa Kateng, Praya Barat Daya 29 Juli lalu. Korban juga tewas ditempat atas nama Amaq Sumerat. Sampai sekarang kasus itu pun belum ada titik terang, siapa pelakunya.A�Begitu pula aksi perampokan beruntun di Pasar Renteng Praya pada pertengahan Juli lalu.

a�?Ada juga aksi perampokan yang luput dari pemberitaan media masa di Pringgarata dan beberapa tempat lainnya di Loteng. Sudah puluhan kali terjadi, tapi kok tidak ada pengungkapannya,a�? sindir ketua forum masyarakat peduli keadilan (Formapi) NTB Ikhsan Ramdhani, kemarin(07/09).

Dikatakannya, jika aksi perampokanA� di Loteng seolah menjadi cerita biasa. Setiap peristiwa seperti berlalu begitu saja sebelum pelakunya terungkap.A�a�?Yang menjadi pertanyaan saya, kemana Babinkamtibmas itu. Apa pekerjaan mereka di setiap desa,a�? tegasnya.

Diakuinya, untuk pengungkapan kasus begal, pencurianA� patut diancungi jempol. Namun, untuk yang satu ini dinilai memprihatinkan.

a�?Untuk itulah, saya menyerukan kepada seluruh kepala desa (kades) agar mengingatkan warganya mengaktifkan kembali ronda malam,a�? sambung sekretaris forum kepala desa (FKD) Loteng Supardi Yusuf.

Kegiatan Siskamling itu, menurutnya paling tidak dapat meminimalisir aksi perampokan atau mengurangi ruang pelaku kejahatan. Terutama pada wilayah-wilayah yang dianggap rawan.

Kalau pun dusun dan desa itu tidak memiliki pos ronda, pihaknya mengingatkan kesepakatan forum, agar setiap kades menyiapkan program prioritas pembangunan pos yang dimaksud. Bila perlu, menyiapkan operasional mereka yang melaksanakan ronda malam setiap bulannya.

a�?Kasus yang terjadi di Mangkung, menjadi pukulan keras kinerja kepolisian. Tolong kepolisian melakukan pembinaan Kamtibmas. Jangan begitu kejadian, baru turun,a�? sindirnya.

Terkait kasus di perampokan terbaru di Mangkung, polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Namun hingga kini pelaku belum berhasil ditangkap.

a�?Yang jelas, Satreskrim saya minta lakukan olah TKP dan penyisiran,a�? lanjut Kapolres AKBP Nurodin SIK, terpisah.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *