Ketik disini

Headline Sumbawa

Warga Ancam Boikot PTSJR

Bagikan

SUMBAWA – Sekelompok warga dari Kecamatan Lantung, Ropang, dan Lebangka mengancam akan memboikot perusahaan tambang PT Sumbawa Juta Raya (SJR) yang kini tengah beroperasi di sebelah selatan Dodo Rinti, Kecamatan Ropang. Pasalnya, warga menganggap pihak perusahaan mulai mengabaikan keberadaan masyarakat lokal. Masyarakat bahkan menganggap pihak perusahaan kini mulai menghindari masyarakat lokal yang justru kini tengah bergantung pada pihak perusahaan.

“Mereka bahkan kini mulai mendistribusikan logistik melalui Labangka kemudian menggunakan jalur laut menuju wilayah Konsesi di Kecamatan Ropang. Ini tentu tidak menghargai warga setempat yang coba memanfaatkan keberadaan perusahaan dengan berbagai usaha lainnya,” kata Asrarudin Cepy salah seorang tokoh masyarakat Ropang kepada Radar Sumbawa, kemarin (7/9).

Menurutnya, apabila pengalihan jalur tetap dilakukan pihak perusahaan dipastikan warga akan melakukan boikot. Karena warga merasa sangat tidak dihargai. Terutama yang selama ini mengangkut barang dari lokasi perkampungan menuju wilayah konsesi, maupun warga dengan usaha lainnya yang saling berkaitan dengan keberadaan perusahaan.

“Kalau memang seperti itu, lebih baik tidak perlu ada perusahaan yang beroperasi di wilayah kami. Jangan sampai kita punya sumur, tapi justru orang lain yang minum airnya. Ini tentu tidak boleh terjadi,” kata Cepy.

Di bagian lain dia juga mengakui pihak perusahaan juga tidak begitu terbuka, terutama terhadap warga sekitar. Bahkan berbagai kesepakatan yang telah terjalin sebelumnya dengan warga juga mulai diabaikan. Misalnya untuk kebutuhan perusahaan yang kini justru dikelola sendiri. Padahal sebagai bentuk pemberdayaan, pihak perusahaan seharusnya bermitra dengan masyarakat lokal. Warga yang coba melakukan komunikasi juga cukup kesulitan. Padahal, pihak perusahaan seharusnya bisa lebih terbuka demi keberlangsungan proyek ke depannya.

Hal sama dikatakan Sekdes Lebangkar, M. Zain Maswarang. Dia berharap pihak perusahaan tetap komit dengan kesepakatannya memperhatikan masyarakat lokal yang berada di sekitar tambang. Dia juga mengingatkan pihak perusahaan agar lebih terbuka terhadap warga.

Terkait pemberdayaan, M. Zain juga meminta pihak perusahaan bisa lebih rasional. Dia berharap agar pihak perusahaan jangan merasa bangga ketika telah menyalurkan CSR dalam berbagai bentuk. Namun di sisi lain, keberadaan masyarakat local justru diabaikan.

Kepala PT SJR Cabang Sumawa, Indra Prana yang dikonfirmasi menyampaikan terimakasih atas masukan yang diberikan warga. Dia berjanji ke depan pihak perusahaan akan coba lebih baik lagi. Terkait persoalan pengalihan rute jalan yang kini diprotes warga, Indra memastikan hal itu hanya miskomunikasi.

Dia menjamin pihak perusahaan tidak akan mengalihan rute pengiriman logistik. Sehingga masyarakat local juga tetap memiliki pekerjaan sampingan salah satunya dengan mengakut logistik perusahaan.A� Terkait penyebarang dari Labangka menuju wilayah konsesi, menurutnya, penyebrangan itu hanya diperuntukkan bagi karyawan berasal dari luar daerah. Salah satunya dari Jakarta.

“Hanya miskomunikasi saja. logistik tetap kita kirim dari Sumbawa melalui Ropang. Bahkan kita sewa truk. Yang jelas kami tetap komit untuk memberikan perhatian pada masyarakat lokal,” kata Indra. (aen/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *