Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Hotel Dukung Perda Pariwisata

Bagikan

MATARAMA�– City Hotel yang tergabung dalam Asosiasi Hotel Mataram (AHM) mendukung rencana dibentuknya peraturan daerah (perda) tentang pariwisata. Perda ini nantinya berfungsi sebagai payung hukum bagi setiap pelaku usaha di bidang jasa pariwisata. Keberadaan perda dinilai sangat penting, mengingat hingga saat ini belum ada acuan yang jelas dalam aturan pengembangan dan pembangunan sektor kepariwisataan.

a�?Keberadaan perda pariwisata sangat penting. AHM siap membantu Pemerintah Kota Mataram, termasuk masukan untuk menyusun draf rancangnnya,a�? kata Ketua AHM Reza Bovier beberapa waktu lalu.

Ia mengaku, pihaknya telah didatangi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram. Kedatangan mereka untuk konsultasi rencana penyusunan draf perda pariwisata di Kota Mataram.

a�?Beberapa hari lalu kami didatangi sejumlah pejabat dari Disbudpar, mereka meminta kami memberi masukan terkait rencana pembentukan perda,a�? ujarnya.

Menurut Reza, pihaknya menyambut baik dan sangat mendukung rencana Pemkot Mataram, menerbitkan perda pariwisata. Aturan ini nantinya diharapkan menjadi acuan dalam pembangunan pariwisata di Kota Mataram. Bahkan bisa dicontoh oleh kabupaten/kota lain di NTB, yang memang belum ada satu pun memiliki perda pariwisata.

Sejumlah aturan dia usulkan untuk melengkapi raperda ini. Di antaranya hotel harus menyiapkan kawasan parkir sekitar 30 persen dari luas lahan. Ini untuk mencegah adanya hotel di Kota Mataram yang menjadikan jalan umum sebagai tempat parkir tamu.

Selain itu, perlu ada regulasi yang tegas, terkait pembangunan hotel di tengah perkampungan warga. Aturan pemeriksaan karyawan yang bertugas di hotel, dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala dua kali dalam setahun.

a�?Pemisahan petugas restoran/chief yang memasak untuk makanan tamu yang muslim dan non muslim, sesuai dengan kearifan lokal di Pulau Lombok, serta penerapan sertifikasi halal setiap makanan yang ada di hotel, juga perlu diatur,a�? sarannya.

Pemkot Mataram juga perlu mengajak para pengelola hotel di daerahnya untuk menyerap kerajinan dan makanan dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal itu sebagai bentuk peran serta hotel dalam membangun perekonomian masyarakat. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *