Ketik disini

Headline Praya

Jembatan Kali Serau Ambruk

Bagikan

PRAYA – Sudah tiga tahun warga di Dusun Pengolah, Desa Teduh dan Dusun Semaye, Desa Serage, Praya Barat Daya, Lombok Tengah (Loteng) kesulitan akses transportasi. Ini setelah jembatan Kali Serau terputus sejak 2013 lalu. Akibatnya warga harus mencari jalur memutar yang lebih jauh untuk keluar dari dusun.

Kedua dusun itu mengaku berkali-kali menyuarakan kondisi tersebut ke pemkab. Namun hanya janji manis yang didapat. Sampai sekarang, perbaikan jembatan yang dibangun melalui dana Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) tersebut, tidak disentuh.

a�?Begitu dibangun pada tahun 2008 lalu, jembatan itu terputus akibat air bah yang datang dari arah timur,a�? kata Kepala Dusun (Kadus) Pengolah, Desa Teduh, Maskur, kemarin (8/9).

Dia mencurigai, adanya dugaan penggelembungan anggaran pembangunan jembatan yang dimaksud. Karena, kualitas bangunannya meragukan. Kendati demikian, pihaknya menyerahkan persoalan itu ke aparat hukum agar dilakukan penyelidikan.

a�?Secara geografis, memang wilayah kami ini jauh dari pusat informasi. Kami bingung mau mengadu kemana. Semoga, pemerintah memperhatikan nasib kami,a�? keluh Maskur.

Dikatakannya, sejak jembatan itu ambruk, warga dua dusun dan desa terpaksa memutar haluan untuk keluar masuk kampung. Jalur pertama, melewati Desa Pelambik dengan jarak 5 km. Kemudian, jalur kedua memutar menuju Lombok Barat (Lobar) mencapai 10 km.

a�?Saat jembatan itu utuh, hanya 1,5 km saja,a�? ujarnya.

Rusaknya infrastruktur jembatan dan jalan itu, diakuinya secara langsung berdampak pada perekonomian masyarakat. Kedua dusun pun menjadi terisolir.

a�?Jika pemerintah sulit membantu, kami berharap ada pihak-pihak lain yang sudi memperhatikan nasib kami ini,a�? sambung Kades Teduh, Anwar.

Dia berharap Kodim 1620/Loteng ikut intervensi menggalakkan pembangunan desa dan dusun. Apalagi, pihaknya telah menerima bantuan alat penyedot air untuk kebutuhan irigasi pertanian.

a�?Hal yang sama pula kami sampaikan, semoga tentara bisa membantu,a�? lanjut Plt Kades Serage, Asnawi.

Asnawi menilai harusnya pemerintah lebih memperhatikan desa-desa perbatasan dengan Lobar seperti Serage, Teduh, Ranggagata, Montong Ajan dan Montong Sapah. Bukan sebaliknya, berdiam diri saja.

a�?Jangan begitu terjadi sengketa lahan antara Lobar, pemkab buru-buru bertindak. Tolong perhatikan dusun dan desa perbatasan itu,a�? tambah kades Montong Ajan, Ilham Nasrullah.

Menanggapi hal itu, Dandim 1620/Loteng Letkol Inf. Arie Tri Hedhianto meminta pada Koramil untuk mendesain bangunan jembatan sementara, apakah menggunakan balok kayu, besi atau bambu.

a�?Tolong ini dibantu secepatnya. Soal darimana anggarannya, nanti kita pikirkan, yang penting dibangun saja dulu,a�? katanya, saat meninjau lokasi jembatan terputus.

Dia pun meminta agar, pemerintah desa dan dusun, lebih aktif menyuarakan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah. Bila perlu, tembus ke pemerintah provinsi.

a�?Saya mohon warga dua dusun dan desa bersabar. Insya Allah, kita buat jembatan sementara dulu,a�? serunya.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *