Ketik disini

Sumbawa

Merasa Diabaikan, Panwaslu Curhat

Bagikan

SUMBAWA – Panitia pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sumbawa terus berupaya melakukan pengawasan maksimal dalam mensukseskan Pilkada Sumbawa yang aman, jujur dan adil. Namun kondisi yang terjadi di lapangan saat ini tampaknya membuat pihak Panwas kabupaten justru kesulitan dalam melakukan pengawasan maksimal. Bahkan praktiknya, keberadaan Panwas justru sering diabaikan.

“Kami ingin melakukan pengawasan maksimal. Tapi kondisi di lapangan justru tidak mendukung. Terutama para mitra maupun pihak terkait lainnya,” kata anggota Panwaslu Sumbawa, Jon Kenedi, kemarin (8/9).

Hal sederhana yang dicontohkan Jon adalah terkait pelaksanaan kampanye para pasangan calon (Paslon) bersama tim yang telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Pihak Panwas kabupaten bahkan tidak pernah mendapat pemberitahuan terkait pelaksanaannya. Termasuk waktu tempat dan wakut pelaksanaan.

“Selama ini kami yang selalu proaktif. Setiap pelaksanaan kampanye tidak pernah ada surat pemberitahuan atau sekedar tembusan yang kami terima. Tapi kami selalu berusaha bekerja maksimal. Kami langsung berkoordinasi dengan panwas kecamatan untuk melakukan pengawasan,” kata Jon.

Dia berharap ke depan semua pihak khususnya mitra Panwas untuk komit dengan kesepakatan bersama dalam mensukseskan Pilkada 9 Desember mendatang. Sebagai bagian dari penyelenggara Pilkada, pihak Panwas berharap semua pihak bisa lebih menghargai keberadaan Panwas. Karena Panwas juga memiliki peran yang besar di dalam mensukseskan Pilkada.

Hal senada disampaikan komisioner Panwas kabupaten lainnya, Syamsi Hidayat. Sebagai ketua divisi yang menangani persoalan hukum dan pelanggaran, dia berharap semua pihak bisa lebih terbuka kepada pihak Panwas. “Kami memang telah menerima jadwal resmi pelaksanaan kampanye setiap Paslon. Namun praktiknya tidak semua jadwal itu digunakan. Sehingga kami memerlukan adanya pemberitahuan resmi ke kita setiap kali kegiatan kampanye digelar.

Minimal surat tembusan agar koordinasi yang kita lakukan bisa lebih mudah dan maksimal,” katanya.

Di bagian lain Samsi juga menyoroti ketidak taatan para Paslon bersama tim dalam mengikuti aturan yang ada. Khususnya berkaitan dengan keberadaan alat peraga kampanye yang semuanya wajib diturunkan. Karena semuanya telah ditanggung pihak KPU. Menurutnya, di beberapa titik terutama di posko baik kabupaten maupun kecamatan masih terlihat alat peraga kampanye, terutama gambar pasangan calon dan nomor urut yang wajib diturunkan.

“Kami sudah menyurati semua tim pasangan calon. Kami juga langsung meminta pengawas kecamatan untuk berkoordinasi dengan PPK dan pihak terkait lainnya untuk melakukan penertiban. Karena wewenang untuk melakukan eksekusi tidak berada di pihak Panwas,” katanya. (aen/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *