Ketik disini

Bima - Dompu

Mahasiswi Buang Bayinya ke Kali Romo

Bagikan

KOTA BIMA – Warga Kelurahan Sarae Kota Bima dihebohkan dengan temuan bayi laki-laki yang telah meninggal dunia. Mayat bayi itu mengapung di Kali Romo, Juma��at pekan lalu. Diperkirakan, bayi yang diduga hasil hubungan haram orang tuanya ini berusia sekitar sembilan bulan. Mayat manusia mungil yang tak berdosa itu telah membusuk. Kondisinya masih terbungkus ari-ari dan sudah berbau.

Berawal dari cerita anak-anak yang melintasi jembatan Kali Romo di Kelurahan Serae. Mereka melihat seperti mayat bayi yang terapung di Kali Romo. Karena merasakan bau yang menyengat, mereka pun lari ke perkampungan dan memberitahukan para warga yang lainnya.

“Mendengar kabar itu, kami langsung menuju ke Kali Romo. Bayi yang sudah tak bernyawa itu dalam keadaan terapung dan telanjang. Mayat bayi ini pun masih terbungkus ari-ari. Awalnya dikira boneka oleh anak-anak. Tapi, setelah dicermati dan merasakan bau saat itu, kami sadar bahwa yang terapung itu adalah manusia. Kejadian ini tentu menghebohkan para warga Kelurahan Sarae dan sekitarnya,” ujar Kepala Kelurahan Sarae, A. Faruk.

Mayat bayi itu pun tak ada yang menyentuhnya. Siang harinya, lanjut Faruk, aparat kepolisian datang dan langsung mengamankan lokasi kejadian perkara. Tim indentifikasi dari Polres Bima Kota mulai melakukan olah kejadian perkara.

Kehebohan itu pun tak sampai di sini. Pasalnya, terang Faruk, setelah beredar berita itu, puluhan warga mendatangi Kantor Kelurahan Serae. Karena kejadian ini telah mencoreng nama Kelurahan Sarae, pihaknya berharap, aparat kepolisian secepatnya dapat mengungkap pelaku yang bertanggung jawab atas kejadian yang tak manusiawi ini.

a�?Kami berharap agar pelakunya segera terungkap dan mendapat ganjaran yang setimpal. Informasi apapun yang dibutuhkan aparat akan kami berikan untuk memperlancar penyelidikan kasus ini,a�? ujar Faruk menambahkan keterangannya pada Lombok Post, Senin lalu.

Motivasi apa di balik kejadian ini? Kuat dugaan, insiden pembuangan dan pembunuhan bayi ini adalah upaya a�?cuci tangana�� dari perbuatan haram yang dilakukan orang tuanya. Efek pergaulan bebas yang akhirnya memiliki anak di luar pernikahan, tentu masih bernilai tabu sekaligus hina dalam pandangan moral masyarakat Bima. Banyak kasus pembunuhan bayi seperti ini, lantaran orang tuanya ingin menutupi aib dan rasa malu atas perbuatannya. Namun, apa yang ditanam, maka itu pulalah yang akan dirasa.

Alhasil, setelah pihak kepolisian menangani secara intensif di kasus ini. Bayi malang ini akhirnya diketahui adalah anak seorang mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Bima. Ia berinisial ISN (24). Mahasiswi ini berasal dari Desa Latonda, Kecamatan Tambora. Diketahui juga, ISN adalah penghuni salah satu kamar dari salah satu kos-kosan yang ada di Kelurahan Sarae.

a�?ISN telah diperiksa dan divisum. Dari alat bukti yang ada, kami telah menetapkan ISN sebagai tersangka. ISN adalah mahasiswi salah satu PTS di Bima dan merupakan warga asal Desa Latonda Kecamatan Tambora,a�? ungkap Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Bima Kota, IPDA. Masdidin.

Menurut Masdidin, dari pengakuan ISN, bayi laki-laki itu dilahirkan dalam kondisi normal. ISN melahirkan seorang diri, di dalam kamar mandi kosnya. Kejadian ini dilakukan pada Selasa dini hari pekan lalu. Setelah melahirkan, sambung, Masdidin, tersangka langsung membuang anak laki-lakinya itu ke Kali Romo, dan dalam keadaan hidup.

a�?Bayi laki-laki yang merupakan anak kandung ISN di buang ke Kali Romo yang tak jauh dari kos ISN. Saat bayi di buang, keadaannya masih hidup dan masih terbungkus ari-ari,a�? jelas Masdidin sesuai keterangan pelaku.

Ia pun mengungkapkan, dalam kasus ini masih dilakukan identifikasi pada pria yang telah menghamili ISN. a�?Kasus ini masih terus diproses. Dan ayah dari bayi itu masih kami identifikasi,a�? katanya, kemarin (9/9). (cr-gus/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *