Ketik disini

Sumbawa

Ada Pungutan Liar di Pasar Seketeng

Bagikan

SUMBAWA – Tim Penertiban menemukan dugaan praktik ilegal di Pasar Seketeng. Itu diketahui setelah mereka melakukan investigasi.

Koordinator Tim Pebertiban H Naziruddin  mengaku, hasil investigasi menemukan adanya perjanjian di bawah tangan antar pedagang untuk mengalihkan lokasi dagangannya. Selain itu, juru parkir diduga menyewakan juga lahan untuk pedagang.

”Tukang parkir merasa dirugikan karena areal parkirnya dijadikan tempat berdagang,” katanya, Jumat (29/4).

Otomatis, lanjut dia, pendapatan para juru parkir ini berkurang. Untuk itu, juru parkir mendapat setoran dari pedagang sebagai bentuk kompensasi atas penggunaan lahan.

Tidak hanya itu, kata dia, petugas pasar diduga menarik retribusi kepada para pedagang yang berada di luar pasar. Para pedagang itu dipungut Rp 5 ribu.

”Seharusnya retribusi itu hanya Rp 2 ribu,” ungkap dia.

Menurutnya, semua praktik tersebut tidak boleh terjadi lagi. Semuanya harus mengacu pada aturan yang telah ditetapkan. Karena itu pihaknya akan menertibkan dengan mendata jumlah pedagang. Tujuannya, agar jelas pemasukan retribusinya.

”Kita akan evakuasi pedagang untuk ditempatkan di dalam pasar,” terangnya.

Naziruddin menegaskan, tidak ada pungutan retribusi selama proses evakuasi pedagang berlangsung. Memang resikonya ada pengurangan penerimaan retribusi untuk beberapa hari ke depan.

”Tetapi dengan cara ini diharapkan kondisinya akan normal kembali,” ujar dia.

Penempatan pedagang baru ke dalam pasar tidak asal-asalan. Melainkan menggunakan sistem pengundian guna menghindari adanya perebutan lahan. Lahan yang disediakan untuk pedagang ini memiliki ukuran yang sama. Yakni 1 X 2 meter. Selama ini petugas memungut retribusi dengan sistem pukul rata. Selama ini, pungutuan itu sama. Baik yang menempati lahan kecil maupun besar.

”Semua permasalahan ini diharapkan bisa tuntas hingg 16 Mei mendatang,” harapnya. (run/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *