Ketik disini

Selong

Konflik Gerindra Lotim Meruncing

Bagikan

SELONG – Kisruh internal Partai Gerindra Lombok Timur (Lotim) terus menggelinding. Kini Bendahara Partai Gerindra Lombok Timur (Lotim) Zaenal Awaluddin yang mengklarifikasi isu pelaporan yang dilakukannya. Dia menegaskan dirinya tak pernah melaporkan ketuanya L Sawaludin. Kedatangannya ke Polres Lotim pekan lalu semata hanya berkoordinasi saja.

 ”Saya klarifikasi lewat Lombok Post, tidak pernah itu saya melapor,” tegasnya.

Dia bahkan mengatakan sikapnya yang selama ini seolah menentang ketuanya sendiri tak lepas dari desakan, intimidasi, bahkan ancaman yang dilakukan fraksi. Dia dipaksa, bahkan niat baiknya mendamaikan DPC Partai Gerindra Lotim dengan Fraksi Gerindra DPRD Lotim tak digubris. Perihal pemalsuan tanda tangannya oleh ketua untuk mencairkan dana pembinaan Rp 107 juta, dikatakan tidak benar. Saat itu dia sedang berada di luar kota, sehingga memberi kuasa pada ketua untuk mengambil langsung uangnya. ”Tidak benar itu, saya tahu kok,” katanya.

Setali tiga uang, Sekretaris Gerindra Lotim Budi Wawan menegaskan tak ada perpecahan di internal partai. Semua solid, hanya fraksi yang kini menurutnya berulah. Menurutnya DPC terus mengupayakan yang terbaik, namun fraksi terus menunjukkan sikap tidak taatnya. Mulai dari tidak adanya laporan pertanggungjawaban kerja ke partai, melangkahi hirarki partai, hingga tak dikeluarkannya iuran wajib fraksi ke pengurus partai. ”Justru mereka yang tak tunduk, tapi kami tetap terima kalau mereka mau datang baik-baik,” ujarnya.

Dijelaskan, dalam sejumlah undangan, fraksi kerap menolak datang. Aturan iuran dana partai dua juta rupiah perorang perbulan juga tak dibayarkan selama hampir tiga tahun periode DPRD Lotim saat ini. Dia mencurigai DPD Gerindra NTB menjadi biang kerok. Bukannya mengayomi DPC, pimpinan provinsi  malah dituding mengacak-acak partainya sendiri, menebar kebencian dan dendam. ”Fakta diputar balik, kami yang baik justru dikatakan jelek,” keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lotim H Maidy mengatakan sikap tak patuh fraksi lantaran pimpinan saat ini sudah banyak menyimpang. Ibarat imam salat, sang Ketua DPC Lotim L Sawaludin dikatakan sudah batal, sehingga mereka kini bermakmum ke provinsi. ”Kalau imamnya begini, tak sah salat kita,” sindirnya.

Dengan tegas ia membantah semua tudingan. Laporan kerja dikatakan lengkap tersusun di sekretariat dewan, sedang iuran wajib dikelola sendiri oleh fraksi dan kini sudah dibelikan tanah sebagai cikal bakal kantor nantinya. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *