Ketik disini

Praya

Loteng Bersiap Ngutang Rp 500 Miliar

Bagikan

PRAYAA�– Dana pinjaman Pemkab Lombok Tengah (Loteng), kepada Pusat Investasi Pemerintah (PIP) tahun ini lunas. Loteng berhutang Rp 91,6 miliar lebih, dengan perjanjian masa pinjaman 2013-2017.Per tahunnya mereka berkewajiban membayar hutang sebesar Rp 21 miliar lebih.

a�?Sebenarnya, hutang kita ke PIP berakhir di tahun 2017 mendatang. Tapi, tahun ini kita dilunasi,a�? kata Asisten III Setda Loteng Nursiah pada Lombok Post, kemarin.

Selama masa pinjaman berlangsung, kata Nursiah PIP yang kini berubah nama menjadi PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) itu, beberapa kali melakukan evaluasi dan penilaian terhadap penggunaan anggaran. Pemkab sendiri memanfaatkan dana pinjaman itu, untuk pembangunan infrastruktur jalan kabupaten sepanjang 72,24 kilometer (km), atau terdiri dari 15 ruas jalan.

Menurutnya, PIP memberikan penilaian positif. Atas dasar itulah, kata mantan Kepala Dispenda tersebut, PIP beberapa kali memberikan tawaran pinjaman dana yang cukup menggiurkan, nilainya sebesar Rp 500 miliar. a�?Kalau kita terima tawaran itu, maka Insya Allah akan kita realisasikan untuk tiga item pembangunan fisik,a�? katanya.

Ketiga item yang dimaksud yaitu, menyelesaikan sisa pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 258,8 km, dari total panjang jalan 719,61 km. Kemudian, membangun pasar modern dan membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya.

A�a�?Ini yang disebut dengan, pembangunan investasi yang menghasilkan,a�? kata Nursiah.

Lalu, bagaimana tanggapan dewan? Wakil Ketua Komisi III DPRD Loteng M Tauhid mengaku setuju, jika Pemkab ngutang lagi. Apalagi, dana pinjaman tersebut, digunakan untuk peningkatan roda ekonomi masyarakat dan pelayanan kesehatan. a�?Kalau di luar itu, kami menolak,a�? katanya, terpisah.

Menurutnya, jika melihat postur anggaran di APBD tahun 2015 dan 2016, sudah cukup baik. Tidak ada yang saling berbenturan, sehingga Pemkab tidak dirugikan. Yang ada, kata Tauhid masyarakat akan menerima dampak positif dari pinjaman tersebut, bukan pemerintah. Itu yang diinginkan.

a�?Masalah setuju atau tidaknya kita ngutang lagi, kita sedang membicarakannya. Insya Allah pinjaman akan diperpanjang,a�? sambung Anggota Komisi III DPRD Loteng HL Arif Rahman Hakim.

a�?Ingat, kita belum pada tahap setuju atau tidaknya. Tapi, kita harus melihat dan membaca skala prioritas apa yang disiapkan pemerintah,a�? lanjut Ketua Komisi I DPRD Loteng Samsul Qomar, terpisah.

Konsekuensi pinjaman sebesar Rp 500 miliar, kata Qomar maka Pemkab wajib membayar hutang setiap tahunnya, sebesar Rp 100 miliar lebih. Kalau dana itu diambil dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 161,095 miliar lebih, maka tersisa pendapatan sebesar Rp 61 miliar lebih.

a�?Cukup besar untuk kita bayar hutang. Tapi, kalau tujuannya untuk bangun rumah sakit, jalan raya dan pasar, maka tidak masalah. Kita setuju,a�? kata Qomar.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *