Ketik disini

Headline Tanjung

TGB Minta Dilipat Gandakan

Bagikan

TANJUNG – Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi tetap berkomitmen untuk memerangi narkoba. Untuk itu dia meminta aparat hukum untuk menindak tegas pejabat dan ASN yang terlibat narkoba. ”Saya minta BNN dan polisi memberikan hukuman berlipat ganda bagi aparatur yang terbukti terlibat dalam narkoba,” tegasnya saat deklarasi Gerakan Stop Narkoba 2016 di lapangan Supersemar Tanjung, Sabtu (30/4).

Deklarasi yang diprakarsai BNNP dan MUI NTB ini juga  dihadiri Wakil Gubernur, Ketua TP PKK NTB, Ketua GOW NTB, Ketua DPRD NTB, Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara, seluruh kepala daerah di NTB, Pimpinan DPRD se-NTB, sejumlah lembaga, dan ribuan pelajar Lombok Utara.

TGB menegaskan deklarasi ini tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan tindakan yang nyata. Oleh sebab itu, maka semua unsur mulai dari gubernur, bupati, wali kota, kepala SKPD, camat, hingga kepala desa, dan PNS pun tidak ada boleh yang terlibat narkoba. ”Harus ada wujud nyata dari deklarasi ini, kalau ada kalangan eksekutif maupun legislatif terlibat narkoba harus dihukum berat,” tandasnya.

Lebih lanjut, TGB ini menyatakan, secara pribadi dirinya menilai pengedar atau bandar narkoba layak dihukum berat. Tidak hanya hukuman penjara puluhan tahun atau seumur hidup, melainkan hukuman mati.

Sementara itu, Wakil gubernur NTB H. Muhammad Amin menjelaskan, saat ini Indonesia mengalami darurat narkoba. Berdasarkan hasil penelitian BNN tingkat potensi penyalahgunaan narkoba semakin meningkat. Pada tahun 2014 lalu, potensi penyalahgunaan narkoba sekitar 4,2 juta jiwa atau 2,02 persen dari jumlah penduduk di Indonesia.

Sedangkan pada tahun 2015, jumlah meningkat menjadi 4,7 juta jiwa atau sekitar 2,20 persen dari total jumlah penduduk. Untuk NTB sendiri, pada tahun 2014, potensi penyalahgunaan narkoba sebesar 1,5 persen atau sekitar 51.516 penduduk NTB. Sedangkan pada tahun 2015, potensi penyalahgunaan narkoba sebesar 1,6 persen atau sekitar 55.359 orang dari penduduk NTB. ”Deklarasi yang diikuti ribuan orang lebih ini bertujuan membangun tekad dan komitmen kita untuk mengatasi ancaman narkoba di NTB,” tandasnya.

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengatakan, narkoba merupakan musuh utama bagi negara. Dimana sasaran narkoba mulai dari pejabat hingga anak-anak. Oleh karenanya, deklarasi ini sebagai bentuk memusuhkan narkoba. ”Kita semua bertekad untuk satukan hati, begitu banyak bahaya narkoba maka kita harus memeranginya,” ungkapnya. (puj/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *