Ketik disini

Giri Menang Headline

Mereka Belum Sejahtera!

Bagikan

GIRI MENANG – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat belum menunjukkan keberpihakan terhadap guru daerah terpencil. Ini terlihat dari banyaknya guru di daerah terpencil yang belum mendapat tunjangan.

Anggota Komisi IV DPRD Lobar Nurul Adha mengatakan, pendidikan tidak saja berbicara mengenai fisik bangunan sekolah. Tetapi mencakup kesejahteraan tenaga pengajar di dalamnya.

a�?Kesejahteraan para guru itu juga menjadi poin penting,a�? kata dia.

Menurut kader PKS ini, dengan slogan Lobar Ayo Berprestasi, pemkab seharusnya bisa menunjukkan keberpihakannya kepada pendidikan. Namun, dirinya belum melihat keseriusan dari pemkab.

Kata dia, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar pernah menyampaikan keinginannya untuk memperjuangkan guru honor. Baik yang belum mendapatkan tunjangan di daerah terpencil maupun menaikkan status mereka.

Hal tersebut memang ia apresiasi. Tetapi jangan sebatas keinginan dan harapan kosong. Harus ada tindakan konkrit dari Dikbud maupun Pemkab Lobar untuk mewujudkan itu. a�?Kita apresiasi keinginan itu, tapi harus juga segera direalisasikan,a�? tegasnya.

Terkait guru-guru yang ditempatkan di daerah terpencil, sudah seharusnya mereka mendapatkan tunjangan. Tidak boleh ada satu pun guru, yang tidak mendapatkan hak mereka berupa tunjangan guru di daerah terpencil.

Dengan gaji yang minim. Jauh dari kata sejahtera. Menjadi suatu kewajaran bila pendidikan di daerah terpencil menjadi tidak berkembang. Dengan gaji minim, kata Nurul, tidak bisa menuntut kinerja guru untuk menghasilkan pendidikan berkualitas.

a�?Kita harapkan ada perubahan postur anggaran di APBD Perubahan, yang menunjukkan keberpihakan pemkab terhadap nasib guru di daerah terpencil,a�? kata dia.

Anggota DPRD Lobar Hj Nurhidayah mengatakan sangat lucu melihat perlakuan Pemkab Lobar terhadap tenaga pendidik di daerah terpencil. Mereka yang benar-benar mengabdi, meski dengan status honor dan kontrak, tidak mendapat perhatian.

a�?Dimana keadilan untuk itu?,a�? tanya dia.

Tak hanya itu, Nurhidayah meminta pemkab mengocok ulang sebaran guru di Lombok Barat. Menyesuaikan domisili guru dengan tempat mengajarnya.

a�?Banyak PNS yang berlatar belakang guru, berdayakan itu, tempatkan di sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru,a�? tegas dia.

Terpisah, Kepala SDN 1 Gili Gede Indah dan SMPN satu atap 2 Sekotong Muhammad Nur mengatakan, tunjangan guru untuk daerah terpencil tidak diterima guru-guru di sekolahnya. Akan tetapi sudah tiga tahun ini mereka tidak menerima tunjangan tersebut.

Beberapa kali dirinya mengajukan ke Dikbud Lobar perihal tunjangan guru daerah terpencil. Tetapi sesering itu pula penolakan yang diterimanya.

a�?Jawabannya dinas sungguh mengecewakan. Mereka hanya bilang tunjangan tersebut merupakan urusan pusat,a�? keluhnya.

Nur sampai malu. Karena seringnya ia memperjuangkan tunjangan untuk guru-guru di sekolahnya tetapi tidak pernah terealisasi.

a�?Saya malu karena seperti pengemis, minta-minta terus tapi gak direalisasikan,a�? kata dia dengan nada kecewa.(dit/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys