Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Oknum Dewan Diduga Tipu Polisi

Bagikan

BIMA – Oknum Dewan Kabupaten Bima Masdin dilaporkan ke Polres Kota Bima, Sabtu (30/4) lalu. Kader PPP ini diduga menipu salah seorang anggota Polres Kabupaten Bima Ahmad Yanto.

Wakil rakyat ini disebut-sebut telah menggelapkan uang korban sebesar Rp 215 juta. Kasatreskrim Polres Kota Bima AKP Antonius F Gea menjelaskan, pelapor telah dimintai keterangan terkait dugaan penipuan ini. Dalam keterangannya, korban mengaku beberapa bulan lalu bertemu dengan terlapor dan Kepala Distamben Kabupaten Bima Abdul Khaer.

a�?Saat itu kadis meminjam uang sebesar Rp 500 juta kepada Ahmad Yanto,a�? katanya, kemarin (2/4).

Ia menuturkan, permintaan itu diamini korban. Uangnya tidak diberikan secara tunai, tapi ditransfer. Keesokan harinya, Msd (Masdin) menghubungi korban dan meminta agar uang tersebut segera dikirim melalui rekeningnya.

Tanpa berpikir panjang, korban langsung mengirim uang ke rekening Masdin sebesar Rp 150 juta. Sementara sisanya Rp 350 juta diserahkan secara tunai di Kantor DPRD Kabupaten Bima.

Setelah menerima uang Rp 500 juta, Masdin kembali menghubungi korban dan meminta lagi uang sebesar Rp 15 juta. Alasannya untuk transportasi ke Jakarta.

a�?Saat itu Msd (Masdin) dan Abdul Khaer akan ke Jakarta. Sehingga korban kembali menyerahkan sejumlah uang tersebut,a�?A� beber dia.

Beberapa hari kemudian, kadis menelepon korban dan menanyakan uang Rp 500 juta yang hendak dipinjam tersebut. Ahmad Yanto pun kaget. Ia menjelaskan jika uang telah diserahkan melalui Masdin.

a�?Korban sempat menyarankan agar Abdul Khaer meminta uang kepada Msd. Karena korban mengira antara Msd dan Khaer telah mengetahui transfer uang tersebut,a�? ujar dia.

Korban mencoba menghubungi Masdin dan meminta kembali uang tersebut. Masdin kemudian mengirim kembali uang ke rekening korban sebesar Rp 200 juta. Sementara Rp 100 juta sisanya diambil korban di rumah Masdin.

a�?Sisanya Rp 215 juta hingga saat ini belum ada kejelasan pengembaliannya. Saat itu yang menyerahkan pengembalian uang Rp 100 juta istri Msd,a�? sebut dia.

Dalam laporannya, korban mengaku telah memberikan kesempatan kepada Masdin untuk segera mengembalikan sisa uang tersebut. Namun Masdin hanya membuat janji tanpa mau menepatinya.

Penasihat Hukum korban, A Rahman menjelaskan, kliennya telah melakukan komunikasi dengan Msd (disebutkan nama lengkap) cukup lama. Bahkan memberikan waktu bagi Msd untuk mengembalikan uang tersebut. Tapi itikad baik mengembalikan sisa uang.

a�?Msd ini hanya bisa bikin janji, tapi tidak bisa dipenuhi,a�? akunya.

Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Bima Masdin mengaku tidak tahu menahu soal penipuan tersebut. Menurut dia, dirinya belum sempat membayar utang kepada Ahmad Yanto.

a�?Saya tidak menduga sesegera itu dia (pelapor, red) meminta kembalikan uangnya. Karena saya sudah minta waktu dulu,a�? jelasnya melalui pesan singkat saat dikonfirmasi Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin (2/5).

Ditanya uang pinjaman itu untuk apa? Masdin membeberkan jika pinjaman itu berawal dari kemitraan bisnis. Karena dia dan pelapor sama-sama membuka jaringan pemasaran pupuk organik cair di Dompu.

a�?Saya juga butuh komitmen awal dari dia soal distribusi barang ke Dompu. Karena saya dijanjikan akan mendapat bagian dari bisnis tersebut. Tapi dalam perjalanan kegiatan itu, saya tidak dikonfirmasi,a�? tandasnya.

Sementara, Abdul Khaer mengaku tidak tahu urusan Masdin dan terlapor. Namun dalam kasus tersebut, dia bersedia memberikan keterangan. (yet/mch/dam/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *