Ketik disini

Politika

Umar Masih Kokoh di Singgasana

Bagikan

MATARAM – Meskipun sudah dipecat dari keanggotaan Partai Golkar, tapi Ketua DPRD NTB H Umar Said masih memimpin Sidang Paripurna DPRD NTB, kemarin (2/5). Dia bahkan menyerahkan keputusan DPRD NTB tentang rekomendasi dewan terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban Gubernur kepada Wagub NTB H Muhammad Amin.

Diketahui, melalui SK DPP Partai Golkar nomor Kep/98/DPP/Golkar/III/2016 tanggal 31 Maret Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham menandatangani surat pemberhentian Umar Said dan Muhammad Amin dari anggota Partai Golkar. Alasannya, bila dibiarkan, tindakan mereka dianggap bisa merongrong kewibawaan Partai Golkar di NTB.

Seluruh anggota DPRD NTB pun seolah mengamini kepemimpinan Umar Said tersebut. Tidak ada protes apapun termasuk dari Fraksi Golkar DPRD NTB. Bahkan, dari 10 anggota Fraksi Golkar NTB, tiga diantaranya mengikuti dengan hidmat rapat tersebut. Ketiganya adalah H Wahidin HM Noer, H Lalu Dharma Setiawan, dan H Muammar Arafat.

Adapun sisanya tidak ikut dalam paripurna tersebut termasuk Ketua Fraksi Golkar Hj Baiq Isvie Rupaedah. Menyikapi hal itu, Wagub NTB H Muhammad Amin mengatakan, Umar Said masih resmi jadi Ketua DPRD NTB. “Lihat saja tadi semua juga biasa saja nggak ada persoalan dan rapat paripurna berjalan lancar,” kata Amin kepada wartawan.

Dikatakan, pemberhentian dan pergantian Ketua DPRD NTB harus melalui mekanisme. Lagipula, Umar Said memperoleh surat keputusan resmi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Belum lagi harus mengacu pada tata tertib DPRD NTB serta Undang-Undang MD3.

Tidak hanya itu, Umar Said pun masih menerima fasilitas sebagai Ketua DPRD NTB dan menjalankan tugasnya dengan baik. Meski begitu, dia mendorong agar semua pihak menghadapi dinamika di legislatif dan eksekutif secara dewasa, bijak dan selalu mengacu pada aturan hukum yang berlaku. “Kan nggak ada persoalan lagi,” ungkapnya.

Bagaimana dengan Golkar menjelang Munaslub di Bali pada 23 Mei 2016? Dengan santai Amin mengatakan, menyerahkan sepenuhnya pada hasil Munas tersebut. Dia yakin siapapun yang nantinya memimpin Partai Golkar, akan cenderung menyatukan partai dipenjuru Indonesia.

Begitu juga dinamika Partai Golkar di NTB. Bagi Amin, hasil Musda Partai Golkar NTB bisa diformalkan oleh DPP kepengurusan hasil Munas Bali nanti. Dia yakin Munas Partai Golkar di Bali merupakan munas rekonsiliasi dan semua pihak harus menerimanya secara legowo.

Belum ada respon dari petinggi DPD Partai Golkar NTB. Baik Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB H Misbach Mulyadi maupun Sekretaris yang juga Ketua Fraksi Golkar NTB Hj Baiq Isvi Rupaedah. Saat dikonfirmasi keduanya tidak merespon. (tan/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *