Ketik disini

Metropolis

Jadi Plt Sekda, Eko Senyum-Senyum

Bagikan

MATARAM – Tak perlu susah payah. Asisten II Setda Kota Mataram, Effendy Eko Saswito, melenggang mulus jadi Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Mataram. Dramanya pun cukup indah, tak ‘seharu-biru’ cerita sekda sebelumnya HL Makmur Said saat lengser dari jabatannya.

Sejak Makmur didesas-desus lengser, nama Effendy Eko Saswito memang santer terdengar akan menjadi penggantinya. Ia disebut-sebut, menjadi kandidat paling kuat mengisi kursi kosong sekda. Bahkan salah satu rival Eko merebut kursi sekda nanti yang menolak disebut identitasnya, sudah ‘meramal’, Eko pasti jadi Plt Sekda.

“Kalau jadi Plt memang beliau (Eko), itu kuat terdengar di dalam (pemeritahan),” bebernya, beberapa waktu lalu.

Dus, benar saja. Eko memang mengganti posisi Makmur. Tapi bukan sebagai Plt, melainkan masih Pelaksana Harian (Plh). Alasan, administratifnya, Makmur waktu itu, masih tercatat sebagai sekda. Sampai Tanggal Mulai Tugas (TMT) 1 Mei di kantor Bappeda NTB.

Di samping itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, juga mengatakan harus berdiskusi dulu dengan banyak pihak, termasuk wakilnya, siapa kira-kira yang tepat jadi Plt Sekda.

Dikonfirmasi terkait pengangkatannya menjadi Plt Sekda, Eko lagi-lagi tersenyum. Pria, berkumis tebal itu, seperti biasa irit bicara. Ia cukup mencounter pertanyaan media dengan mengatakan belum memegang SK. Tapi hari itu (kemarin) Eko terlihat sangat bersemangat. “Belum-belum,” jawab dia.

“Nantilah (komentar soal itu),” imbuhnya.

Eko lebih banyak bicara dengan gestur tubuh. Lebih aktif, enerjik, semangat dan banyak senyum.

Begitu juga saat didesak dengan pertanyaan, pembenahan apa kira-kira yang harus dilakukan setelah jadi Plt. Eko tetap menggeleng.

Pada akhirnya, Eko lebih memilih komentar panjang terkait, Hari Kebebasan Pers. “Selamat hari kebebasan pers ya,” ujar Eko lagi, ramah.

“Pers adalah mitra terbaik, dalam mengawal perubahan dan pemerintahan,” ulasnya, penuh makna.

Kepala BKD Kota Mataram, Dewi Mardiana Ariany juga tak kalah irit bicara. Berusaha di doorstop saat hendak memasuki ruang Asisten III, wanita itu membenarkan jika telah menyerahkan naskah Surat Keputusan (SK) pengangkatan Eko sebagai Plt Sekda, ke Wali Kota untuk ditanda tangani, kemarin.

“Iya (ada penunjukan Plt), tapi belum (di tanda tangani Wali Kota),” jawab Dewi.

Apakah itu, Asisten II? Dewi, hanya menjawab dengan anggukan kepala.

Keputusan pengangkatan Eko jadi Sekda, baru terang-benderang setelah Wali Kota, buka suara. Ahyar membenarkan sudah menunjuk, Eko sebagai Plt.

Ada keterangan menarik yang disampaikan Ahyar, soal penunjukan Eko jadi Plh sebelumnya yakni karena menunggu masa TMT Makmur per 1 Mei, di Bappeda NTB. Yang artinya, Eko memang jauh-jauh hari sudah disiapkan oleh Wali Kota, jadi Plt.

Plh hanya jabatan sementara, mengisi masa-masa bergesernya Makmur ke tempat kerja lain. Persis, seperti isu yang berhembus dari ‘dalam’ pemerintahan waktu itu.

“Sudah saya pastikan, untuk Plt Sekda itu Pak Effendy Eko Saswito,” tegasnya.

Sebenarnya, lanjut dia, penunjukan Eko jadi Plt sudah dari kemarin. Hanya saja dari segi administrasi, ia sempat menunggu regulasi yang tepat, untuk istilah pengganti sementara Sekda definitif. Yakni antara, Pelaksana Tugas atau Penjabat. Karena, wacana yang sempat didengarnya Sekda tidak lagi menggunakan istilah Plt, melainkan penjabat.

“(Karena mendesak) ya jangan menunggu (wacana) itu, sekarang Plt saja, tinggal saya tanda tangani saja,” tutur Ahyar.

Dan ia pastikan perhari ini, Eko resmi jadi Plt. “Ya tinggal saya tanda tangani saja, hari ini resmi,” tegasnya lagi.

Dari sekian kriteria dan parameter yang digunakan Ahyar memilih Plt, Eko memenuhi semua syarat-syarat itu. Antara lain, aturan perundang-udangan dan rekam jejak yang baik selama di pemerintahan. Namun yang terpenting saat ini, kata Ahyar kebutuhan sekda dinilai mendesak.

“Disamping itu kita memang sangat memerlukan segera, karena banyak sekali tugas-tugas (Sekda) yang harus dilakasanakan, terutama tanggung jawab terhadap administasi di Kota Mataram, selain itu mengkoordinasikan program-program kegiatan di kota Mataram, jadi (tak hanya sekedar) Plt, kita juga butuh yang definitif,” ulasnya.

Ahyar berjanji dalam waktu dekat, tim Pansel segera dibentuk menyeleksi calon Sekda. Ia mempersilakan semua ASN di Kota Mataram yang merasa memenuhi kualifikasi secara administrasi, ikut serta dalam seleksi. Sehingga nanti terpilih yang terbaik diantara sekian pejabat dengan performa kerja yang bagus.

“Saya akan tunggu rekomendasi dari pansel, siapa pejabat yang punya kapasitas sebagai, sekda definitif,” tandas Ahyar.(cr-zad/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *