Ketik disini

Tokoh

Organisasi Kampus Sangat Mendukung

Bagikan

MATARAM – Banyak mahasiswa saat ini menganggap dunia kampus hanya sebagai dunia akademik. Pola pikir ini muncul karena mahasiswa hanya datang kuliah, kemudian pulang. Mahasiswa seperti ini biasanya disebut mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang).

Tak ingin menjadi bagian mahasiswa seperti ini, Kabag Hukum Setda Kota Mataram Mansyur yang alumni Fakultas Hukum Unram memilih jalannya sendiri. Semasa kuliah, ia menjadi salah satu mahasiswa yang selain datang kuliah juga aktif berorganisasi. Ia bersyukur, jalan yang dipilihnya sangat tepat.

Ia merasa organisasi yang digelutinya di dunia kampus membawanya meraih karir yang cukup gemilang di kalangan birokrasi Kota Mataram.

“Saya merasa kuliah, tidak hanya masalah akademik saja. Saya ingin di kampus bisa belajar tentang organisasi, makanya saya masuk beberapa organisasi di kampus,” tuturnya.

 Mulai dari Wapala Fakultas Hukum, Pers Kampus, Ketua BPM hingga menjadi anggota Grahapala Rinjani. Dikatakannya, dari organisasi ini ia bisa memahami betul makna dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain belajar dan  meneliti, mahasiswa bisa juga langsung terjun mengabdi ke masyarakat melalui organisasi kampus.

“Saya bangga melihat mahasiswa melakukan banyak kegiatan bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya saja Grahapala Unram yang kerap melakukan kegiatan sosial seperti bersih-bersih pantai dan mencari solusi penanganan sampah di Kota Mataram dengan berbagai terobosan programnya,” akunya.

Hal ini pula yang membuatnya terus terpanggil untuk terlibat dengan dunia kampus. Meski sudah menjabat di kalangan birokrasi Kota Mataram, Mansyur mengaku dirinya dan Unram tak bisa terpisahkan. Khususnya dengan Grahapala Rinjani. Karena, ia merasa penting kiranya, bisa membagi pengalaman yang pernah dialaminya. Untuk kemudian ditularkan pada juniornya yang masih mahasiwa.

“Banyak hal yang harus saya bagi. Kampus adalah bagian separuh hidup saya. Apa yang saya dapat sekarang ini berkat semua yang saya lalui di kampus,” jelasnya.

Apalagi, keanggotaan mahasiswa pecinta alam berlaku seumur hidup. Sehingga, ia bisa terus terlibat dalam berbagai kegiatan kampus.

Bagi mahasiswa Unram, ia berharap tidak ada yang merasa takut atau khawatir masuk dalam sebuah organisasi. Karena, dijelaskannya akan banyak pengalaman berharga yang bisa didapatkan dari organisasi. Lebih-lebih, organisasi yang diikuti di kampus akan menentukan kesuksesan di masa mendatang.

“Dari organisasi kampus, kita akan belajar artinya pendidikan organisasi. Yang mana manajemen organisasi dan manajemen waktu untuk akademik dan organisasi. Dari situ nanti kita juga akan membangun networking,” jelasnya.

Namu, ia juga mengingatkan tak lantas organisasi kemudian akan mengecewakan harapan orang tua agar anaknya sukses kuliah. “Kegiatan jangan mengganggu kuliah, kuliah jangan mengganggu kegiatan,” cetusnya.

Jika hal ini bisa dilakukan oleh seorang mahasiswa, ia yakin nantinya akan lahir sarjana-sarajana yang berkualitas. Dimana sarjana tersebut memiliki keilmuan yang dilandasi niat untuk terus berbuat baik bagi masyarakat baik. “Jangan sampai ada sarjana durjana,” tegasnya.

Untuk itu, ia berharap aturan yang ada di dunia perkuliahan bisa berjalan baik dan beriringan dengan memberi kesempatan mahasiswa untuk berorganisasi. Semua kegiatan akademis kemahasiswaan diatur dengan baik tanpa mengenyampingkan kegiatan organisasi dan pengembangan minat serta bakat mahasiswa. Sehingga, melalui organisasi ini para mahasiswa bisa mengabdi pada masyarakat. Sehingga misi Tri Dharma perguruan tinggi bisa terwujud.

“Saya sangat optimis Unram akan menjadi Universitas besar yang sejajar dengan kampus ternama di Indonesia. Profesor, pakar maupun para ahli yang dimiliki Unram saat ini melimpah, tinggal bagaimana membangun networking dengan universitas ternama yang sudah berdiri lebih dulu,” pungkasnya. (ton/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *