Ketik disini

Bima - Dompu

Samsul Gugat Ambisi Sakura

Bagikan

BIMA – Anggota DPRD Kabupaten Bima Samsul M Noor menggugat Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bima Sakura. Gugatan ini bentuk perlawanan Samsul terhadap ambisi Sakura yang hendak menggulingkannya dari kursi dewan.

Gugatan Samsul ini teregistrasi dengan No 31/PDT.G/2016/PN.RBI. Sidang perdana gugatan ini berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Raba Bima, kemarin (3/5). Tapi, sidang terpaksa ditunda karena Ketua DPRD Kabupaten Bima Murni Suciati mangkir.

Selain ketua dewan, penggugat Samsul juga tidak hadir. Ia diwakili kuasa hukumnya. Sidang yang dipimpin Hakim Frans Kornelisen cukup singkat. Ia hanya memberitahukan penundaan sidang saja.

Kabag Hukum Dewan M Arif H Junaedin SH yang mengaku mewakili ketua dewan sempat menghadap majelis hakim. Hanya saja, pengakuan Arif ditolak hakim. Sebab, dia tidak mengantongi surat kuasa dari ketua dewan.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan. Agendanya sama, yakni mediasi. Usai sidang, Arif mengaku, ketua dewan ikut digugat karena melanjutkan surat pengajuan PAW dari DPD Partai Demokrat.

a�?Dewan telah mengirim surat ke KPU meminta nama pengganti Samsul,a�? jelasnya.

Dilihat dari surat dan kelengkapan berkas lainnya, kata dia, PAW harus dilaksanakan. Apalagi, rekomendasi dari Gubernur NTB sudah turun.

a�?PAW tidak sembarang. Semua harus sesuai dengan prosedur dan berkasnya harus lengkap,a�? tegas dia.

Sementara, Ketua DPC Demokrat Sakura mengaku kecewa dengan penundaan sidang ini. Lebih lanjut, A�ia mengomentari langkah hukum yang ditempuh Samsul. Seharusnya Samsul tidak menggugat Ketua DPC, tapi mahkamah partai.

a�?Karena mereka (mahkamah partai) yang mengeluarkan keputusan PAW,a�? sebut dia.

Ia menegaskan, gugatan Samsul ini tidak akan menggugurkan PAW. Mengingat, segala persyaratan PAW sudah lengkap. Untuk itu, ia menekankan tidak ada alasan bagi pimpinan dewan untuk tidak melaksanakan PAW.

a�?Saya tinggal menunggu dilantik saja. Semua berkas yang dibutuhkan sudah dilengkapi,a�? ujarnya.

Ia berharap ketua dewan segera melantik pengganti Samsul. Sesuai dengan surat rekomendasi yang diberikan KPU Kabupaten Bima.

a�?Apalagi yang ditunggu, semuanya sudah jelas. KPU sudah mengirim nama pengganti Samsul,a�? pungkasnya.

Terpisah, Samsul M Nor melalui kuasa hukumnya Kusnadi menegaskan, gugatan itu bentuk keberatan atas pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) diajukan partai sebelumnya.

a�?Kita sudah ajukan gugatan ke PN Raba Bima,a��a�� ungkap dihubungi Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin (3/5).

Mantan anggota KPU Kabupaten Bima ini mengatakan, pengajuan PAW dari DPC Demokrat Kabupaten Bima tidak mendasar dan tidak memiliki alasan yang jelas.

a�?Tidak ada angin atau hujan, kok tiba-tiba klien saya diajukan untuk PAW. Inikan lucu,a�?A�A�herannya.

Ia menilai, pengajuan PAW kliennya merupakan keputusan sepihak. Bentuk kesewenang-wenangan dari DPC Demokrat. Bahkan dinilai bagian dari proses pembodohan kader.

a�?Kalau ada masalah, harusnya diselesaikan sesuai dengan aturan partai,a�? sorotnya.

Menurutnya, pemecatan Samsul hanya akal-akalan. Karena SK pemecatan itu tiba-tiba muncul tanpa ada masalah.

a�?SKA�A�pemecatan itu sampai sekarang belum diterima klien saya. Selama ini, Samsul baru disebut telah dipecat dari Demokrat,a��a�� katanya.

Pemecatan Samsul dari Demokrat secara logika hukum, lanjut dia, tidak masuk. Seseorang divonis bersalah jika sudah diproses.

a�?Jika orang yang duduk di rumah tiba-tiba dapat hukuman, itu sangat lucu. Itulah yang terjadi dengan klien saya,a��a�� keluhnya.

Kendati persoalan itu kewenangan partai politik, tetap tidak bisa keluar dari peraturan dan hukum yang berlaku. Partai politik memiliki AD/ART yang jelas.

a�?Ada aturannya,a�? pungkas dia. (yet/mch/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *