Ketik disini

Metropolis

Ayo, Waktunya BUMD Berperan

Bagikan

JAKARTA – Kesuksesan Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi meraih penghargaan sebagai Top Pembina BUMD 2016 adalah buah dari semangatnya dalam mendukung pengembangan kinerja dan layanan BUMD. Hal ini pun mendapat apresiasi tinggi oleh Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo. a�?Setiap kepala daerah, diharapkan lebih peduli dan mendukung pengembangan kinerja dan layanan BUMD guna mempercepat peningkatan kualitas pembangunan ekonomi dan layanan publik di daerah,a�? pesan Tjahjo dalam sambutannya pada acara pemberian penghargaan Top Pembina BUMD 2016 di JIEXPO Kemayoran Jakarta, Kamis (5/5).

Diberitakan sebelumnya, TGB terpilih memboyong penghargaan bergengsi sebagai Top Pembina BUMD dalam perhelatan bergengsi tersebut.A� Penghargaan yang diraih oleh orang nomor satu di NTB ini juga bersamaan dengan prestasi yang didulang Bank NTB yang turut mendapat penghargaan untuk tiga katagori di ajang yang sama. Diantaranya, sebagai Top BPD dan Top BUMD 2016, serta Top CEO BUMD 2016 yang diraih oleh Direktur Bank NTB.

Fokus penilaian yang dilakukan oleh dewan juri, terdiri dari 2 aspek, yakni Achievement (prestasi) dan Improvement (peningkatan) yang telah dilakukan oleh BUMD, dalam 1-2 tahun terakhir, yang dikaitkan dengan semangat Nawacita dan Revolusi Mental.

Di dalam proses penilaian, dewan juri juga menilai implementasi kebijakan BUMD dalam mendukung visi pembangunan nasional, yakni Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian yang berlandaskan Gotong Royong. a�?Top BUMD merupakan kegiatan pemberian penghargaan kepada BUMD, CEO BUMD, dan Pembina BUMD, yang dinilai telah memiliki prestasi/kinerja yang baik serta berkontribusi tinggi dalam pembangunan, terutama di daerah,a�? kata Ketua Dewan Juri Top BUMD 2016 Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin.

Penilaian kontribusi BUMD, lanjutnya, tidak hanya dilihat dari kinerja usaha dan sumbangan PAD-nya saja. Namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana peran, keberpihakan, dan keterlibatan BUMD agar menjadi motor pembangunan perekonomian daerah. a�?Sebagai contoh, dana masyarakat dari daerah, akan jauh lebih bermanfaat jika dimanfaatkan atau dipergunakan untuk pembangunan daerah dan pembiayaan usaha di daerahnya,a�? urai Laode.

Dari hasil riset majalah Business News Indonesia dan dewan juriA� Top BUMD 2016 ditemukan 50 persen BUMD yang ada di Indonesia kinerjanya masih belum optimal, sehingga belum memberikan kontribusi yang signifikan pada PAD pemerintah daerah. a�?Sumbangan BUMD terhadap PAD hanya dibawah 50 persen,a�? ungkap mantan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Dewan Pengawas dan Komisaris BUMD seluruh Indonesia, Suryo Danisworo.

Untuk meningkatkan kapasitas bisnis BUMD-BUMD yang tersebar di berbagai daerah, perlu dilakukan sinergi dalam semangat gotong royong seperti yang diamanatkan dalam Nawacita dan kabinet kerja. a�?Sekarang adalah eranya economic resource sharing. BUMD harus kuat dalam melakukan kerja sama partnership dengan pola economic resource sharing, seperti layaknya perusahaan-perusahaan e-commerce yang cepat berkembang dewasa ini,a�? ujar Suryo.

Dipaparkan, belum optimalnya kinerja BUMD, juga disebabkan oleh beberapa hal. Pertama Good CorprateA� Governance (GCG) belum dijalankan dengan baik. Ia memberi contoh banyak pemegang saham dalam hal ini Gubernur, Bupati dan Wali Kota yang melampaui kewenangannya sebagaiA� pemegang saham. a�?Ini contohnya, banyak titipan SDM orang untuk mengisi jabatan manajemen di BUMD, tanpa standard kompetensi dan profesionalisme yang jelas. a�? ujar dia.

Hal kedua, minimnya sumber daya manusia yang kompeten dan handal. Ketiga, tidak pada fokus bisnis utama dan melupakan keunikan masing masing BUMD. Suryo menilai banyak BUMD yang ingin menjadi terlihat unggul nampun melupakan keunggulannya. Untuk itu dia menyarakan agar masing masing BUMD menggali keunggulan masing untuk dikembangkan.

Namum ia melanjutkan tak sedikit BUMD sudah berperan sebagai agent development, paling tidak terdapat 200-an BUMD dinilai telah menjalankan fungsi dan memiliki keunikan tersendiri. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *