Ketik disini

Metropolis

Kerupuk Disita, Warga Tak Terima

Bagikan

MATARAM – Produsen Kerupuk di Lingkungan Gegutu Timur tak bisa menahan emosi. Itu setelah petugas gabungan dari Kepolisian, Sat Pol PP dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Kesehatan Kota Mataram dikomandoi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mataram, menyita berkarung-karung kerupuk yang positif mengandung bahan berbahaya, boraks.

a�?Saya tantang bapak-bapak itu, tangkap kami semua,a�? koar salah satu produsen, Suhanan penuh emosi.

Warga lainnya, Inaq Menah juga tak kalah gusarnya. Ia bahkan menuding petugas tidak punya nurani dan bisanya menindas warga kecil. Sementara, produsen kerupuk kakap dibiarkan, tanpa tersentuh sedikitpun.

a�?Saya tegaskan, tidak ada kerupuk yang tidak pakai boraks, semua pakai. Tapi kenapa kami saja yang ditindak,a�? ujarnya dengan suara pelan.

Cekcok juga terjadi di tempat pembuatan kerupuk milik Inaq Jumenah. Meski pada akhirnya, ia harus merelakan tiga karung ditambah setengah bal kerupuk, juga ikut diangkut petugas.

a�?Kalau ditotal, biayanya Rp 400 ribu, pak. Mereka (petugas) tega sekali,a�? keluh Jumenah.

Ia menyayangkan petugas tidak bisa memahami keadaan mereka. Para produsen dituntut membuat makanan sehat, tanpa boraks. Padahal, jika tanpa boraks, produk mereka tidak laku di pasaran. Selain itu, krupuk mereka lebih cepat rusak dan berjamur.

a�?Masalahnya yang tidak pakai boraks, tidak mau diambil pengepul,a�? imbuhnya.

Kepala Seksi Pemeriksaan BPOM Mataram Yosef Dwi Irawan menilai, penyitaan harus dilakukan agar produsen tidak lagi menggunakan zat berbahaya dalam produknya. a�?Ya kita tetap harus amankan, supaya ada efek jera,a�? kata

Dia mengaku dari hasil uji lab sampel, sebagian besar produsen kerupuk di kawasan Gegutu Timur, menggunakan bahan berbahaya boraks. Ironisnya daerah ini merupakan binaan Diskoperindag Kota Mataram. Tapi kenyataanya, sungguh mengecewakan. Kerupuk-kerupuk di sana, mengandung zat berbahaya bagi tubuh manusia.

a�?Boraks itu sulit keluar dari tubuh, butuh waktu lama. Akibatnya kerja hati jadi ekstra, bahkan bisa menyebabkan kematian, jika dalam dosis besar,a�? tutur Yosef.

Penyisiran makanan mengandung zat berbahaya Rabu (4/5) lalu dilakukan di dua tempat di Kota Mataram dan Lombok Barat. Ini disebut Yosef, sebagai komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat dari makanan berbahaya bagi kesehatan.

a�?Mungkin secara kesuluruhan masih sulit ya, tapi kita mereduksi sebagian,a�? tandasnya. (cr-zad/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *