Ketik disini

Kriminal

Dendam Mengantar Mereka ke Penjara

Bagikan

Selain kasus bunuh diri, sebulan terakhir sejumlah kasus pembunuhan terjadi di NTB. Di Mataram misalnya setidaknya telah terjadi dua kasus. Hal ini kemudian menyimpan tanya, kenapa darah demikian cepat tumpah di kota ini? Dalam kondisi seperti ini nyawa rasanya demikian murah. Ada apa sebenarnya?

***

16 April 2016, ketenangan pesisir Mapak, Sekarbela, Mataram pecah oleh kabar sesosok mayat tak dikenal. Jasad tak dikenal itu ditemukan di pematang sawah oleh Januar seorang warga setempat sekitar pukul 16.30 Wita. Polisi kemudian datang dan menyimpulkan, jasad tersebut adalah H Ahmad Alfan, seorang pengusaha asal Kabupaten Sumbawa Barat. Dia korban pembunuhan. Ini dikuatkan dengan luka bekas tusukan benda tajam menganga di dadanya.

a�?Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara , polisi menemukan hand phone dan bercak darah di dalam mobil pickup di samping mayat,a�? kata Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto.

Bercak darah dan sejumlah bukti lainnya segera membawa polisi kepada tersangka. Jumat 22 April A�polisi menangkap pasangan suami istri, Joni M istrinya Elisa Wati. A�Mereka diduga sebagai dalang pembunuhan sadis tersebut.

a�?Korban terkena tusukan dibagian dada sebelah kiri dan perut bagian kanan,a�? kata Heri.

Dari penangkapan ini motif pembunuhan terkuak. Ada dugaan cemburu, dendam hingga perampokan di dalamnya.

a�?Saya emosi dengan H. Alfan (korban). Ini saya pendam sudah lama,a�? kata Joni di kantor polisi kala itu.

Akibat perbuatan tersebut, para tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana atau pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan Disengaja jo pasal 351 ayat 3 KUHP. Ancaman pidana badan maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Pembunuhan Kembali Terjadi

Beberapa pekan berselang, Ramdan, 23 tahun tewas setelah perkelahian yang tak imbang dengan pelaku berinisial LK, 24 tahun warga Gatep, Ampenan, Mataram Rabu (4/5) malam lalu. Polisi menyebut pertikaian itu dipicu hal sepele. Pelaku tak terima dengan cara korban memandang dirinya. LK,

tersinggung hingga pertikaian terjadi Karang Kreok, Ampenan Selatan.

a�?Mereka sempat berantem ditempat tersebut,a�? kata kapolres.

Dalam perkelahian itulah, LK lalu mengeluarkan sebilah pisau dari

pinggangnya. Dan menancapkannya ke tubuh Ramdan sebanyak dua kali.

a�?Korban terkena bacok di bagian ulu hatinya,a�? ujarnya.

Setelah berhasil melumpuhkan Ramdan, LK langsung kabur. Sementara korban sempat dibawake RSUD Kota Mataram namun, nyawanya tidak tertolong. Namun pelarian LK tak berlangsung lama. Polisi meringkusnya diParampuan, Labuapi, Lobar.

a�?Berdasarkan penyelidikan awal, pelaku sedang dalam pengaruh alkohol,a�?jelasnya.

Terpisah, Pelaku LK menyadari perbuatannya, dirinya menyesali perbuatannya, sehingga dirinya langsung menyerahkan diri ke pihak berwajib.

a�?Saya sengaja lari untuk menghindari amukan masa,a�? ujarnya.

Dia mengaku melakukan pembunuhan dipengaruhi emosi kepada Ramdan. LK ingin balas dendam. Pasalnya, dia mengaku pernah dikeroyok oleh Ramdan dua tahun lalu. A�Untuk meredam amarahnya, LK pergi ke Malaysia untuk bekerja. Namun, amarah itu tak jua menghilang.

Semua Karena Dendam

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB AKBP Tribudi Pangastuti menuturkan, sebagian besar faktor yang menyebabkan pembunuhan tersebut berawal dari balas dendam.

a�?Temuan di lapangan sebagian besar pelaku beralasan balas dendam,a�? ujarnya.

Tekanan dalam diri pelaku yang tak terkontrol jadi pemicu besar kasus pembunuhan itu muncul.A� Untuk mencegah itu, menurutnya harus ada andil pihak keluarga untuk mendekatkan diri kepada mereka yang mungkin menyimpan dendam kepada orang lain.

a�?Dengan sentuhan keluarga mungkin bisa memindahkan beban para pelaku yang ingin membunuh,a�? ujarnya.

Senada dengan Tribudi dosen Fakultas Hukum Unram Dr. Amirrudin mengatakan, secara akademis kasus pembunuhan disebabkan beberapa faktor. Yakni internal dan eksternal.

Pengaruh Internalnya seperti balas dendam, emosional dan pengaruh ejekan lawan. Sementara itu, faktor eksternalnya dorongan orang lain, minuman keras dan obat-obatan.

a�?Faktor pembunuhan itu muncul dari adanya sebab akibat,a�? jelasnya.

Amir menjelaskan, untuk melakukan pencegahan terhadap kasus tersebut terbilang sulit. Pasalnya, perbuatan pidana pembunuhan itu tidak seperti perbuatan pidana lainnya.

a�?Misalnya, tindak pidana pencurian, bisa kita cegah secara persuasif. Bukan halnya, seperti pembunuhan,a�? ujarnya.

Namun, ada beberapa solusi utuk mencegah tindakan itu secara persuasif. Yakni, dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui tokoh agama.

a�?Bukannya setiap agama dilarang melakukan tindakan pembunuhan,a�? ujarnya.

Namun demikian selain itu aparat penegak huykum diminta lebih tegas dalam member efek jera dan memnuhi rasa keadilan korban.

a�?Pelaku harus ditindak tegas,a�? tegasnya. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *