Ketik disini

Metropolis NTB

Harus Dimulai Sejak Dini

Bagikan

MATARAM a�� Masyarakat diminta terus mewaspadai berbagai propaganda kelompok teroris yang menyebarkan paham radikalisme. Upaya propaganda ini disinyalir semakin marak melalui dunia maya. a�?Kelompok-kelompok radikal itu biasa menggunakan perangkat dunia maya seperti website, media sosial, dan sosial messenger dalam menyebarkan propaganda dan merekrut calon anggota baru,a�? kata Ustad Dr. Ali Musri saat menjadi pembicara pada Tablig Akbar Nasional dengan tema a�?Waspada Terorisme, Radikalisme, ISIS, dan Penistaan Agamaa�? di Masjid Raya At Taqwa, kemarin (8/5).

Pola baru di dunia maya tersebut memunculkan potensi radikalisme di lingkungan remaja, kalangan terdidik, dan ruang terbuka. Keluarga pun diminta lebih mengawasi akses media online putra putri mereka. a�?Kadang didikan keluarga sudah benar tetapi informasi yang diterima anak kita dari luar itu tidak benar dan memberi pengaruh negatif pada mereka, termasuk kaitannya dengan radikalisme,a�? jelas pria yang juga Dosen STDI Jember ini.

Pada kesempatan itu pun Musri menjelaskan, konsep Islam yang rahmatan lil alamin. Ia menekankan, Islam bukanlah terorisme. Tidak ada ajaran dalam agama yang membenarkan tindakan yang tak berkeprimanusiaan tersebut. a�?Ajaran sesat itu muncul karena pemahaman yang keliru dan sangat melenceng,a�? katanya.

Tablig Akbar Nasional itu sendiri diikuti setidaknya oleh ribuan jamaah. Mereka berasal dari berbagai daerah di indonesia. Sebagian besar di antara jamaah juga merupakan generasi muda, khususnya pelajar.

Dalam acara itu, ikut menyampaikan materi Ustad Abdurrahman Ayyub. Ia menekankan, harus ada upaya pencegahan paham terorisme sejak dini. Salah satu caranya dengan menerbitkan buku-buku pembanding di sekolah-sekolah seperti SD, SMP, SMA, bahkan Perguruan Tinggi juga di tengah masyarakat.

Disamping itu, Ayyub juga menggaris bawahi pentingnya media massa, baik konvensional maupun media sosial untuk ikut menyebarluaskan pemahaman anti-terorisme. “Intinya kita tidak boleh lengah sedikit pun dalam mengantisipasi gerakan terorisme. Semua harus dilakukan secara masif dan terus menerus,” pungkasnya.

Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono yang ikut menjadi pembicara pada acara itu juga mengapresiasi peran dari para ulama yang aktif dalam memerangi terorisme. Menurutnya, peran ulama atau tokoh agama sangat penting untuk mengantisipasi agar pemahaman atau ideologi yang melenceng itu tidak disebarluarkan. Semua pihak harus aktif memberikan informasi dan edukasi yang benar. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *