Ketik disini

Headline Selong

Jalur Rinjani Akan Dilengkapi CCTV

Bagikan

SELONGA�– Memaksimalkan keamanan di jalur Pendakian Gunung Rinjani, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mulai melirik pemanfaatan teknologi. Hal itu dirasa perlu dilakukan, mengikuti perkembangan zaman saat ini.

a�?Ada beberapa yang sedang kami rancang,a�? ujar Kepala Balai TNGR Agus Budisantso.

Yang pertama adalah menghubungan telpon genggam setiap pendaki dengan alat pelacak khusus. Pola yang sudah mulai digunakan di sejumlah lokasi pendakian ini terbukti efektif memantau pergerakan pendaki. Bahkan ketika telpon genggam pendaki dalam keadaan tidak mendapat sinyal, tetap bisa dipantau.

a�?Jadi kalau ada yang hilang apa lagi sekadar nyasar, bisa diketahui,a�? jelasnya.

Selanjutnya ada juga rencana pemasangan kamera pengawas CCTV di sejumlah titik. Dengan kamera tersebut, posisi pendaki selama mengikuti rute yang benar bisa diketahui. Tak sebatas itu, dengan menghubungkannya ke koneksi internet, selain pihak TNGR yang bisa memantau, secara online para pendaki juga dapat dilihat dari mana saja.

A�a�?Keluarga di rumah juga bisa mengecek,a�? katanya.

Selain keamananmanfaat lain dari CCTV tersebut seperti mengawasi kemungkinan adanya pendaki yang merusak lingkungan dengan membuang sampah sembarangan, membakar hutan, berburu liar, hingga pelaku tindak kriminal. a�?Mulai tahun ini, alat-alat tersebut akan kita pasang, semuanya demi keamanan dan kenyaman pendaki,a�? ujarnya.

Tokoh masyarakat Sembalun, Surdian mengatakan Rinjani memang sepantasnya terus ditata dengan berbagai teknologi. Dengan jumlah wisatawan yang terus bertambah, dia berharap pemerintah juga mau memberikan perhatian lebih. Salah satu yang kini sangat diharapkan pelaku wisata Sembalun adalah penambahan jalan hingga mendekati pos satu yang kini masih kurang 1,5 kilometer lagi. Jika akses bisa dibuka, pendakian akan dimulai dari titik yang lebih tinggi.

a�?Kita bisa hemat waktu pendakian sampai satu jam,a�? katanya.

Hal itu lanjut anggota DPRD Lombok Timur ini juga bisa mencegah pendaki illegal yang memanfaatkan sejumlah jalur tikus. Jika jalur resmi sudah mampu membawa mereka lebih tinggi cukup dengan kendaraan akan membuat pendaki berfikir dua kali untuk melalui jalur-jalur tak resmi.

a�?Kalau sekrang mulai mendakinya itu sama, mau jalur resmi atau tak resmi sama lelahnya,a�? tukasnya. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *