Ketik disini

Headline Metropolis

Demi UN, Siswa Nginap di Sekolah

Bagikan

LOMBOK BARAT-Sulitnya akses menuju sekolah bagi sebagian siswa, memaksa pihak Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Kediri, Kebupaten Lombok Barat menginapkan para peserta ujian nasional di sekolah. Selama ujian, para siswa tidak boleh pulang.

Pantuan Lombok Post, ruangan tidur ini dibagi menjadi dua. Satu ruangan khusus perempuan dan satu ruang khsusus laki-laki. Bangunan kelas itu adalah ruang belajar siswa kelas VII dan VIII yang diliburkan selama ujian.

Usai menjawab soal ujian. Para siswa MTsN Kediri ini langsung menuju ruang kelas yang disulap menjadi kamar itu. Di sana mereka menggantung pakaian ganti, selimut, tas dengan tikar di bawahnya.

Penginapan ini disambut baik oleh para siswa. Terutama mereka yang berasal dari sekolah Filial dan Dusun Median, Desa Badrain Kecamatan Narmada. Untuk bisa sampai ke sekolah, mereka harus menantang maut dengan menyeberangi Sungai Babak yang cukup berisiko.

Seperti Junaidi, siswa asal Desa Badrain. Setiap hari ia harus menyeberang sungai itu. Meski berisiko, namun sungai itu menjadi satu-satunya akses agar bisa cepat sampai ke sekolah. Jika melewati jalan aspal. Para siswa dari dusun Median ini harus berjalan 10 kilometer. Dari Badrain, Bengkel menuju Kediri hingga ke Madrasah. Butuh waktu lama untuk sampai ke sekolah.

Sementara jika menyeberangi sungai. Mereka hanya menempuh jarak sekitar 200 meter selama 15 menit. Itu pun harus melewati berbagai rintangan. Melintasi sungai. Turun naik jurang. Tebing yang rawan longsor dan keluar masuk kebun dan sawah.

a�?Setiap hari terlambat akhirnya kita nginap di sekolah pas ujian saja,a�? kata Junaidi.

Junaidi mengaku saat air sungai besar celana harus dibuka. Pakaian dan buku ditaruh di atas kepala agar tidak basah. Jika terlalu besar terpaksa tidak sekolah. Dengan menginap mereka tidak akan terlambat ikut ujian.

Junaidi dan siswa lainnya berharap pemerintah segera membuatkan jembatan. Agar mereka mudah pergi ke sekolah. Demikian juga halnya dengan Nurmayani, siswi asal Desa Badrain lainnya. Ia sangat berharap ada jembatan untuk bisa menyeberangi Sungai Babak. Meski setiap hari melewati jalur itu, namun ia juga merasa takut.

a�?Kalau airnya besar bisa sampai punggung, basah,a�? katanya.

Ia juga merasa senang diinapkan. Sebab bisa lebih konsentrasi belajar. Meski terkadang ribut, namun mereka merasa senang bisa kumpul bersama siswa lainnya. Dalam suasana itu, Nurmayani mengaku masih bisa belajar untuk menghadapi ujian.

Kepala MTsN Kediri Hermansyah mengatakan, dari 99 siswa perserta ujian, 23 orang di antaranya merupakan siswa sekolah Filial dari Desa Sesela, Kecamatan Batu Layar. Untuk memudahkan pelaksanaan ujian nasional, maka setiap tahun pihak madrasah melakukan pengasramaan kepada mereka yang ikut ujian.

a�?Mereka menginap di sini selama empat hari empat malam,a�? jelasnya.

Tujuan lainnya agar para siswa yang berasal dari Desa Badrain bisa aman, tidak terburu-buru saat ujian. Karena mereka harus menyeberangi sungai untuk bisa ke sekolah. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya air naik, maka siswa tidak bisa ikut ujian karena tidak bisa menyeberang.

a�?Juga untuk memudahkan mengontrol anak-anak selama ujian dalam belajar. Kalau di rumah mungkin agak susah belajar,a�? kata Hermansyah.

Selama diinapkan. Para siswa juga diarahkan dengan beberapa kegiatan seperti salat berjamaah, mengaji dan juga pengayaan dari guru. Sehingga pikiran mereka bisa lebih fokus. Untuk makan, para siswa diantarkan bekal oleh orang tua masing-masing.

Hermansyah berharap pemerintah bisa membangunkan jembatan di Sungai Babak. Agar memudahkan akses bagi para siswa ke sekolah. Sebab, sebagian besar siswa MTs berasal dari desa tersebut.

Selain itu, aktivitas ekonomi warga di kawasan tersebut juga bisa lebih mudah. Permintaan jebatan dari warga sebenarnya sudah cukup lama. Hampir empat tahun lebih. Dan menurut informasi yang didapatkannya. Pemerintah akan segera membangun jebatan di lokasi tersebut. a�?Mudahan saja bisa terealisasi,a�? harapnya. (ili/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *