Ketik disini

Giri Menang Headline

Miras Diangkut, Wanita Penghibur Dibina

Bagikan

GIRI MENANGA�– Operasi penyakit masyarakat (pekat) Polsek Kediri membuahkan hasil. Sebanyak 55 botol minuman beralkohol golongan A dan minuman beralkohol jenis tuak sejumlah 450 liter diamankan petugas, Minggu (8/5).

Kapolsek Kediri AKP Nuraini mengatakan, operasi pekat bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif di masyarakat. Karena itu, petugas menyisir tempat-tempat yang dicurigai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

a�?Pelaksanaan operasi pekat ini sampai 15 Mei,a�? katanya.

Dalam penyisiran ini, petugas menyita minuman alkohol golongan A, berbagai merk, di kafe Warde sebanyak 55 botol. Sejumlah wanita penghibur pun ditemukan petugas di tempat ini, Minggu (8/5).

a�?Minuman beralkoholnya kita sita. Sedangkan wanitanya kita berikan pembinaan langsung,a�? katanya.

Kafe Warde sendiri beberapa waktu lalu telah ditutup Satpol PP Lombok Barat. Sebabnya, kafe ini menyalahi aturan perizinan. Dimana kafe menggunakan izin rumah makan, namun disalahgunakan dengan membuka karaoke dan menjual minuman beralkohol.

Karena itu, saat menggrebek tempat ini, petugas kepolisian berkoordinasi dengan Satpol PP Lobar serta Kadus setempat. Kata Nuraini, selain mengamankan minuman beralkohol, petugas juga mengamankan pemilik kafe.

a�?Kita amankan juga dan sekarang sedang dimintai keterangan,a�? terangnya.

Selain itu, petugas ikut mengamankan 15 jerigen minuman tradisional jenis tuak. Tuak ini dibawa enam orang pelaku dan diamankan petugas di tiga lokasi.

MP, 37 tahun, GJS, 20 tahun, WM, 18 tahun, dan WJ, 16 tahun ditangkap petugas di perempatan Kediri. Dari keempat pelaku, petugas mengamankan 11 jerigen tuak. Sedangkan GA, 20 tahun, ditangkap di jalan raya Kuripan dan NM, 37 tahun, ditangkap di jalan Jagaraga Indah. Masing-masing dari mereka membawa dua jerigen.

Pengakuan seluruh pelaku, jerigen tuak ini didapatkan di Lingsar. Mereka hendak menjual untuk wilayah Jagaraga dan Lombok Tengah. a�?Giat ini akan tetap kita lakukan, apalagi ini menjelang bulan puasa,a�? tandasnya.

Terkait dengan masih beroperasinya kafe Warde, Kasatpol PP Lombok Barat Kasatpol PP Lobar Baiq Yeni Satriani Ekawati membenarkan hal tersebut. Dari pantauan petugasnya di lapangan, kafe masih beroperasi, meski tidak secara penuh.

a�?Kalau pantauan di lapangan, ada yang bilang dia tutup, ada yang bilang buka,a�? kata Yeni, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Yeni, kafe ini memang sering diingatkan Satpol PP Lobar. Sebelumnya, kafe mengantongi izin sebagai rumah makan, namun disalahgunakan. a�?Silahkan kalau mau terus beroperasi, tapi selesaikan dulu izinnya,a�? jelas Yeni.(dit/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *