Ketik disini

Metropolis

Hambat Investasi, Puluhan Perda Dicabut

Bagikan

MATARAM a�� Sebanyak 32 Peraturan Daerah (Perda) di NTB akan segera dicabut. Alasannya, bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi dan disinyalir menjadi penyebab terhambatnya investasi. a�?Setelah dikaji, puluhan perda itu ternyata menyulitkan investor,a�? kata Asisten I Setda NTB Abdul Hakim kepada Lombok Post, kemarin (10/5).

Puluhan Perda itu termasuk dari kabupaten/kota, maupun yang dihasilkan oleh Pemprov NTB sendiri. a�?Kalau dari Pemprov NTB, setidaknya ada tujuh perda yang dicabut,a�? lanjutnya.

Pencabutan perda itu juga sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Presiden Joko Widodo sendiri sudah menyerukan agar mencabut aturan-aturan di bawah yang bertentangan dengan aturan lebih tinggi, apalagi sampai menghambat pelayanan publik, termasuk dalam hal investasi.

Berdasarkan kajian, puluhan Perda tadi dinilai justru menambah ruwet birokrasi atau pengurusan izin investasi. Selain itu juga mengatur soal penarikan retribusi. Sehingga, mengurangi minat investor untuk menanamkan modalnya di daerah. a�?Karena Perda yang bikin ruwet itu, penanaman modal daerah (PMD) maupun penanaman modal asing (PMA) di NTB jadi terhambat. Investor malas karena birokrasi yang berbelit-belit, apalagi sampai dikenakan retribusi,a�? jelasnya.

Padahal, lanjut Hakim, daerah berkomitmen untuk lebih terbuka terhadap peluang investasi. Investasi dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan daerah agar lebih cepat. a�?Jangan sampai adanya perda-perda tadi justru menghambat pertumbuhan ekonomi kita. Makanya dicabut,a�? lanjut Hakim.

Pencabutan puluhan perda tadi juga dilakukan secara bertahap. Saat ini, juga masih dilakukan pembinaan kepada kabupaten/kota untuk merevisi perda-perda yang melenceng tersebut. Jika tidak, pasti dilakukan pencabutan. a�?Dan perda lainnya juga terus kita evaluasi. Kalau bermasalah juga, langsung diusulkan untuk dicabut. Kemungkinan, ratusan perda yang akan dicabut di NTB,a�? pungkasnya.(uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *