Ketik disini

Metropolis

Restorasi Arsip Tua Yang Tercerai-Berai dalam Potongan Puzzle

Bagikan

Tak hanya benda, Indonesia juga kaya catatan sejarah kuno. Salah satunya melalui pesan yang tersimpan di atas kertas hingga lontar. Seolah ditulis untuk dikirim melewati lorong waktu dan disaksikan manusia di abad milenium!

***

SIANG itu memang terik. Tapi panasnya, tak tak cukup digdaya masuk ke dalam ruangan full AC. Anehnya, dahi-dahi tim Penyelamat Arsip Keraton Nusantara, ada bintik-bintik peluhnya.

Diam. Khusyuk. Sama sekali tidak berisik. Di dalam ruangan arsip milik Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Mataram. Seolah, nafas mereka, bisa saja menerbangkan tulisan-tulisan rapuh di atas kertas tua nan bersejarah.

Agak aneh juga, mereka memilih kerja di tempat yang agak gelap. Pencahayaan lampu yang dipilih juga terlalu redup. Tapi, saya akhirnya tahu, gelap-gelap temaram itu memang sengaja untuk mempermudah kerja tim.

a�?Hasil scan, juga lebih maksimal,a�? kata Saptono Putro Edi Nugoho, Kasubid Reproduksi dan Digitalisasi Arsip, sekaligus ketua tim yang bekerja hari itu.

Kedatangan mereka memang sengaja diundang Pemerintah Provinsi NTB. Khusus untuk menyelamatkan arsip-arsip penting di NTB. Salah satunya yang dimiliki kota Mataram.

Meski tak banyak, Kota Mataram memang menyimpan beberapa arsip. Rata-rata umurnya nyaris seabad. a�?Ini namanya surat pamutra, ditulis pada tahun 1936, oleh Ida Made Jelantik, saat itu sebagai kepala distrik atau sekarang camat,a�? tutur dia.

Tangannya menunjuk, sebuah arsip kuno dengan tulisan Aksara Bali (baca: Jejawan). Bahasa yang digunakan pun, masih serupa dengan Shanskerta. a�?Kalau untuk mempertahankan fisik arsip dan mendigitalisasinya, itu memang tugas kami, tetapi untuk baca dan maknanya, tentu kita serahkan pada budayawan lokal,a�? imbuhnya.

Tulisannya memang sangat rapih. Dan cantik. Serupa di ketik. Tetapi siapapun makfum, itu dari goresan tinta klasik dan mata pisau (untuk di lontar). Sayang tidak bisa dibaca semua orang.

Barangkali, jika semangat muatan lokal dan budaya yang disisipkan di mata pelajaran anak sekolah bisa diserap maksimal, tentu membaca tulisan itu, bisa seketika membuat siapapun, Deja Vu (baca: merasakan pernah hidup di masa lalu), hanya dengan mengamati tulisan yang konon dipercaya mengandung kekuatan magis pula.

Kembali ke kerja tim digitalisasi, arsip-arsip yang direstorasi memang hampir semuanya berupa arsip seputar pajak, tanah dan simpan-pinjam uang. Bahasanya dan runutan kalimatnya klasik dan unik.

Berikut kutipan yang telah diterjemahkan diataranya:

Pengingat-ingat, Pada hari Selasa Keliwon, wara watu gunung, tanggal 10, bulan Ka 5, Rah 9, Tenggek 4, tahun 1841 Saka.

Ida Ayu Oka dari Sanguri, membungakan uang ringgit kepada Made Jantra dari Toh Pati, Membungakan uang 200 ringgit di bayar dengan padi 300 cekel,

a�?Iya seru memang, kami bahkan pernah menemukan arsip tahun 1920-an, yang artinya itu sebelum Indonesia merdeka,a�? tutur Edi.

Arsip ini ia temukan dalam perjalanannya merestorasi berbagai arsip purba yang tersimpan di seantero negeri. a�?Kami berharap, bisa menemukan arsip serupa di sini (Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Mataram) atau lebih tua lagi, itu kebahagiaanya tersendiri di hati kami,a�? ulasnya.

Tim Arsip Keraton Nusatara, akan bekerja dari hari ini hingga Jumat nanti. Dengan tumpukan arsip yang bejibun lekat bersama sejarah yang disimpannya. Bekerja hati-hati, penuh kesabaran sudah seharusnya.

Jika tidak, sejarah bisa terkubur di dalam sobekan kertas atau lontar yang mustahil dipugar kembali. a�?Untuk itu, kami memang telah menyiapkan beberapa alat untuk merekonstruksi potongan-potongan arsip yang sudah dalam bentuk puzzle (terpecah-pecah), ada kertas tisu jepang sebagai media perekatnya, lalu kami siapkan juga larutan kimia untuk menurunkan kadar asam kertas, seperti magnesium karbonat,a�? tandasnya.

Kerja meraka tak jauh beda memang dengan tim arkeologi. Lantas dari mana asal arsip bersejarah itu? a�?Salah satunya kami temukan di lemari kantor lurah Mayura, saat itu ada seseorang yang menemukan kertas-kertas bertuliskan aksara kuno. Hampir saja saat itu terbuang, lokasi ditemukan lemari itu juga dekat dengan WC,a�? tutur Kepala Kantor Perpusatakaan dan Arsip Daerah, Ririn Yuniarti.

Ia pun mengimbau pada seluruh perangkat daerah di Kota Mataram, jika menemukan barang klasik, segera menyerahkan ke pihaknya untuk disimpan di tempat yang lebih rapi dan aman.

a�?Ini kan arsip penting, seperti misalnya arsip tanah itu, siapa tahu kelak kalau ada sengketa tanah, itu bisa dijadikan bukti yang menguatkan,a�? ulasnya.a�?Kami tidak menjual ini, ini tetap akan dipertahankan di sini,a�? tandasnya.(L Moh Zaenudin/Mataram/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *