Ketik disini

Metropolis

Integritas UN NTB Masih Rendah

Bagikan

JAKARTA – Jogjakarta memang istimewa. Dalam pengukuran indeks integritas ujian nasional (IIUN) jenjang SMA, provinsi yang dipimpin Sri Sultan Hamengkubawana X itu meraih skor tertinggi. sementara NTB tak masuk dalam posisi sepuluh besar.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan kemarin membeber hasil pengukuran IIUN berdasarkan provinsi. Sebanyak sepuluh provinsi dibeber berdasarkan kelompok penjurusan IPA dan IPS.

Provinsi Jogjakarta menjadi yang tertinggi untuk dua rata-rata IIUN di tingkat sekolah. Untuk kelompok IPA skor Jogjakarta 78,36 poin.Sedangkan kelompok IPS mendapatkan skor 78,21 poin.

“Jogja memang istimewa. Bukan berarti karena saya kuliah di Jogja,” kata Anies lantas tertawa.

Menurut Anies pengukuran IIUN ini menunjukan kejujuran siswa dalam mengerjakan unas. Anies mengatakan pengukuran IIUN yang menempatkan Jogjakarta sebagai provinsi tertinggi itu hanya menghitung sekolah yang menggelar unas konvensional atau berbasis kertas.

Untuk sementara, Kemendikbud tidak memasukkan skor IIUN di sekolah yang menjalakan unas berbasis komputer. Alasannya supaya penghitungannya lebih fair.

Menurut Anies saat ini prestasi mengerja IIUN tertinggi sudah menjadi perbincangan di sekolah-sekolah. Sehingga terjadi peningkatan IIUN yang cukup mencolok di sejumlah daerah dibandingkan tahun lalu.

Contohnya di DKI Jakarta, IIUN untuk kelompok IPS naik dari 71,14 poin tahun lalu menjadi 76,02 poin tahun ini. Sedangkan kenaikan paling tinggi di kelompok IPA terjadi di Kalimantan Timur dari 69,44 poin menjadi 73,23 poin.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam menyoroti tentang keluhan bahwa soal unas tahun ini susah-susah.

“Saya lihat banyak anak-anak kreatif membuat meme yang isinya menyindir sulitnya soal unas,” ujar pejabat yang hobi bersepeda itu.

Nizam mengatakan soal ujian sejatinya tidak sulit. Hanya saja kisi-kisi yang menjadi acuan belajar siswa diubah. Pada kisi-kisi unas 2015 dan sebelumnya, dijabarkan sampai indikator masalah yang akan ditayakan ke siswa. Sehingga penerbit buku maupun bimbingan belajar, bisa dengan mudah menebak soal ujian untuk latihan drill kepada siswa.

Sedangkan kisi-kisi unas mulai tahun ini bersifat lebih umum. Tujuannya supaya siswa tidak hanya fokus belajar dengan cara latihan drill contoh soal ujian. Tetapi benar-benar melahap materi sesuai kurikulum nasional secara tuntas.

“Jadi tidak ada lagi kurikulum soal ujian,” katanya. JAKARTA – Jogjakarta memang istimewa. Dalam pengukuran indeks integritas ujian nasional (IIUN) jenjang SMA, provinsi yang dipimpin Sri Sultan Hamengkubawana X itu meraih skor tertinggi. sementara NTB tak masuk dalam posisi sepuluh besar.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan kemarin membeber hasil pengukuran IIUN berdasarkan provinsi. Sebanyak sepuluh provinsi dibeber berdasarkan kelompok penjurusan IPA dan IPS.

Provinsi Jogjakarta menjadi yang tertinggi untuk dua rata-rata IIUN di tingkat sekolah. Untuk kelompok IPA skor Jogjakarta 78,36 poin.Sedangkan kelompok IPS mendapatkan skor 78,21 poin.

“Jogja memang istimewa. Bukan berarti karena saya kuliah di Jogja,” kata Anies lantas tertawa.

Menurut Anies pengukuran IIUN ini menunjukan kejujuran siswa dalam mengerjakan unas. Anies mengatakan pengukuran IIUN yang menempatkan Jogjakarta sebagai provinsi tertinggi itu hanya menghitung sekolah yang menggelar unas konvensional atau berbasis kertas.

Untuk sementara, Kemendikbud tidak memasukkan skor IIUN di sekolah yang menjalakan unas berbasis komputer. Alasannya supaya penghitungannya lebih fair.

Menurut Anies saat ini prestasi mengerja IIUN tertinggi sudah menjadi perbincangan di sekolah-sekolah. Sehingga terjadi peningkatan IIUN yang cukup mencolok di sejumlah daerah dibandingkan tahun lalu.

Contohnya di DKI Jakarta, IIUN untuk kelompok IPS naik dari 71,14 poin tahun lalu menjadi 76,02 poin tahun ini. Sedangkan kenaikan paling tinggi di kelompok IPA terjadi di Kalimantan Timur dari 69,44 poin menjadi 73,23 poin.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam menyoroti tentang keluhan bahwa soal unas tahun ini susah-susah. “Saya lihat banyak anak-anak kreatif membuat meme yang isinya menyindir sulitnya soal unas,” ujar pejabat yang hobi bersepeda itu.

Nizam mengatakan soal ujian sejatinya tidak sulit. Hanya saja kisi-kisi yang menjadi acuan belajar siswa diubah. Pada kisi-kisi unas 2015 dan sebelumnya, dijabarkan sampai indikator masalah yang akan ditayakan ke siswa. Sehingga penerbit buku maupun bimbingan belajar, bisa dengan mudah menebak soal ujian untuk latihan drill kepada siswa.

Sedangkan kisi-kisi unas mulai tahun ini bersifat lebih umum. Tujuannya supaya siswa tidak hanya fokus belajar dengan cara latihan drill contoh soal ujian. Tetapi benar-benar melahap materi sesuai kurikulum nasional secara tuntas.

“Jadi tidak ada lagi kurikulum soal ujian,” katanya. (wan/JPG/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *