Ketik disini

Metropolis

Mataram Tak perlu Galau

Bagikan

MATARAM – Kota Mataram tidak perlu galau jika nanti benar-benar cerai dengan PDAM Giri Menang, Lombok Barat. Daerah ini tak perlu hawatir soal potensi mata air. Realitanya, dari data yang dikeluarkan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Rinjani Barat, sedikitnya ada 14 titik yang terindentifikasi mengeluarkan air dengan simultan.

Dari jumlah itu, baru empat Dikelola PDAM Giri Menang. Empat titik itu juga sering mengalami penurunan debit terutama di musim kemarau. Jika, semua mata air yang ada dimanfaatkan untuk pemenuhan air bersih, tentu ia yakin keluhan warga selama ini, pada air bersih bisa teratasi dengan mudah.

a�?Tapi ingat, sesuai dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2014, salah satu poinnya, air dikelola oleh Pemerintah Provinsi melalui kami (KPHL). Jadi PDAM tidak boleh lagi menyedot, air-air di wilayah KPHL Rinjani Barat, tanpa melakukan imbal balik pada lingkungan,a�? tegasnya Kepala Seksi Rencana Tata Kelola Hutan, Sirajudin.

Kenyataannya, sampai saat ini implementasi atas aturan itu belum bisa diterapkan maksimal. Semua masih dalam upaya ke arah itu. a�?Masih dalam pengaturan, sumbangan pihak ke tiga (pengelolaan air) diatur melalui Pergub, sementara retrebusi masih membutuhkan payung hukum Perda,a�? ulasnya.

Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Mataram, Muhammad Saleh, masih terlihat ragu-ragu memuluskan keinginan dewan yang mau melihat daerah mengelola PDAM-nya secara mandiri.

a�?Kalau masalah (potensi) air tanah, ya tidak mungkin memenuhi kebutuhan air minum seluruh warga Kota Mataram,a�? jawab dia.

Kecuali, lanjut Saleh, jika memang, nanti air yang yang disebutkan di KPHL Rinjani Barat bisa disuplai juga ke Mataram. Tapi, tentu itu tidak mudah. Karena persiapan infrastruktur juga lama dan butuh kajian yang cermat dan mendalam.

a�?Belum lagi siapkan alat-alatnya, kalau saya lebih codong seperti yang dibilang pak (Plt) Sekda, itu perlu kajian yang cermat dan mendalam,a�? imbuhnya.

Soal air resapan bawah tanah, pada intinya, BLH sudah tidak ada lagi penggalian untuk kepentingan PDAM. Tiga titik yang sudah ada, dirasa cukup dan tidak perlu ditambah lagi. Kalau dipaksakan, ia khawatir, terjadi Intrusi (tekanan air tanah merendah dan laut semakin kuat). Sehingga mengakibatkan air menjadi payau.

a�?Itu yang kita takutkan, ini saja PDAM sudah melubangi tiga titik, antara lain Udayana, di Adi Sucipto tapi jelek (tidak berfungsi), ada juga yang dekat SPBU Sayang-Sayang. Itu yang rencananya segera dioprasionalkan,a�? ulasnya.

Pada prinsipnya, ia mempersilakan dewan melakukan kajian mendalam dan koperehensif. Seberapa besar kemungkinan Mataram mengelola sendiri PDAM. Jika dalam kajian, ternyata dinilai pantas, maka ia berharap, tumpuannya bukan pada air bawah tanah, tapi sepenuhnya bisa disuplai dari mata air KPHL Rinjani Barat.

a�?Seharusnya PDAM itu, mengelola air-air sungai itu. Seperti air jangkuk. Tinggal cari solusi teknologi apa yang paling tepat. Jangan hanya bertumpu pada air yang sudah jadi. Saya rasa di situ peran PDAM, sehingga persoalan air yang kerap mampet tidak dikeluhkan warga lagi,a�? tandasnya.

Sementara itu, coba dikonfirmasi terkait rencana pisah PDAM ini, pihak PDAM tidak ada satupun yang biasa ditemui. Dari Direktur Umum, Direktur Teknik dan Sekretaris PDAM tak ada di kantor mereka.

a�?Kalau pak Sekretaris, izin tadi pak, dia katanya mau melayat,a�? jawab seorang pegawai di bagian penerimaan tamu.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh justru pesimis bisa mewujudkan Kota Mataram punya PDAM sendiri. Persoalan yang paling penting baginya adalah terkait potensi mata air. Sebab sejauh ini, Mata Air yang dikelola PDAM Giri Menang sebagian besar, berada di kawasan Lombok Barat,

a�?Kita belum siap (punya PDAM sendiri), persoalannya bukan karena infrastruktur, biaya atau alat, tetapi mata air,a�? tegas Ahyar.

Begitu juga soal wacana pengelolaan air, sesuai Undang-undang 23 tahun 2014 menjadi kewenangan Provinsi sehingga Pemkot tidak perlu merisaukan mata air, Ahyar tetap keukuh saat ini Mataram tetap belum siap. a�?Iya itu masih wacana, tapi untuk saat ini ya, kita belum siap,a�? tandasnya.(cr-zad/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *