Ketik disini

Dialog Jum'at

Kasus YY

Bagikan

Ass. Wr. Wabarakatuh

Alhamdulillah, segala pujian hanya bagi Allah swt atas semua nikmat dan karunia yang tidak terbatas kepada hamba-hambaNya, utamanya nikmat Iman dan Islam. Selawat salam kepada yang mulia Nabi akhir zaman Nabi Muhammad saw, juga kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau.

Pembaca Rahimakumullah

Banyak sekali kejadian yang memilukan hati orang beriman. Terutama sekali yang menjadi perbincangan publik akhir-akhir ini yaitu tindakan kekerasan terhadap anak-anak dan perempuan secara sangatA� keji, biadab dan jauh dari sifat-sifat kemanusiaan. Yaitu perkosaan dan pembunuhan sebagaimana dialami oleh YY (yuyun) yang diperkosa oleh empat belas orang.

Perbuatan biadab tersebut tentu saja menimbulkan reaksi yang sangat keras dari berbagai pihak, lebih-lebih dari pihak keluarga korban. Dapat kita fahami perasaan dan penderitaan hati keluarga korban atas kejadian yang menimpa mereka, bahkan kita pun turut merasakannya dan memberikan doa kepada korban agar mendapat balasan setimpal disisi Allah swt yaitu surga.

Begitu pula kepada keluarga korban agar diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah yang berat. Innalillahi wa Inna Ilaihi Raajia��un-Kita semua milik Allah, dan kita pasti kembali kepadaNya.

Pembaca Rahimakumullah

Kasus pemerkosaan dan pembunuhan bukanlah terjadi untuk pertama kalinya. Tapi telah terjadi berulang kali. Baik yang terungkap dan dilaporkan kepada aparat, dan kita tentunya belum mengetahui yang tidak dilaporkan dan tidak diketahui pelakunya. Mungkin jumlahnya dan daftarnya menjadi panjang.

Biasanya apabila terjadi kasus saja apalagi kasus yang dianggap luar biasa, reaksi kita sangat luar biasa dan itu sangat wajar. Namun, perlu kita ingatkan diri kita semua adalah adanya faktor kelalaian atau ketidakpedulian kita terhadap nilai-nilai yang diajarkan syariat. Baik yang harus dikerjakan atau apa yang harus kita tinggalkan terutama hal-hal yang diharamkan, yang makruh juga sebaiknya tidak dilakukan, serta menutup jalan atau lubang-lubang yang dapat mendatangkan kemaksiatan.

Apa yang sudah terjadi tidak bisa kita cegah. Tetapi yang sangat penting adalah menjadikannya pelajaran, sesuai dengan tuntunan Alquranul Karim surat al-Hasyr ayat 18, artinya:

a�?Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.a�?

Merenungkan masa lalu baik yang baru terjadi maupun sudah lama, baik yang positif maupun yang negatif tentu menjadi cermin kita menghadapi hari esok yang lebih cerah. Baik di dunia dan di akhirat kelak.

Nilai-nilai positif kita kembangkan dan wujudkan dalam bentuk amal saleh, demikian pula nilai-nilai negatif dan mengandung dosa kita tinggalkan atau hindarkan agar tidak terulang kembali, dalam bentuk tindakan preventif atau pencegahan dini.

Untuk itu, kami yakin para pembaca akan sepakat dengan pengasuh akan peranan orang tua dan keluarga sangatlah utama dalam pendidikan rumah tangga. Nasihat-nasihat keseharian kepada anak-anak kita untuk taat beribadah, untuk berbuat sekecil apapun, dan agar tidak berbuat jahat sekecil apapun baik kepada Allah dan RasulNya maupun terhadap sesama.

Selain itu, agar meningkatkan pengawasan kita secara langsung maupun tidak langsung kepada mereka dengan menanyakan kepada mereka dimana mereka berada, bersama siapa, dalam keadaan apa, dan lain sebagainya.

Pendidikan sekolah juga sangat besar pengaruhnya terutama nasihat para guru kelas atau guru pembimbing. Saya yakin guru kelas maupun pembimbing pasti mengetahui anak didik yang rajin, yang berprestasi, pintar, sampai anak yang memiliki gejala-gejala tidak disiplin, bermasalah dan membuat masalah.

Di sinilah peranan guru dan pembimbing untuk bekerja sama dengan pihak keluarga secara kompak mencari jalan keluar yang terbaik. Selain itu, faktor lingkungan tidak boleh kita abaikan. Jarak antara rumah dan sekolah, aman atau tidak, jauh atau dekat, kendaran apa yang dipakai ataukah berjalan kaki.

Dengan memperhatikan faktor tersebut, orang tua juga harus mengetahui apa yang harus dilakukan untuk pengamanan putra-putrinya. Lebih-lebih anak-anak dan perempuan serta orang lemah lainnya yang memerlukan perlindungan keamanan.

Pengasuh sepakat dengan komentar banyak pihak terhadap para pelaku kejahatan seksual, pembunuhan, agar diberikan hukuman yang seberat-beratnya supaya menjadi pelajaran penting bagi calon pelaku lainnya.

Menurut ajaran Islam pembunuhan secara sengaja hukumannya adalah qishas yaitu hukuman mati, sekalipun yang melakukan pembunuhan itu banyak orang seperti pasa kasus Yuyun. Pendapat ini yang dipegang oleh jumhur ulama (mayoritas), berbeda dengan pendapat kaum Dzahiriyah yang mengatakan bahwa pembunuhan lebih dari satu tidak dihukum mati. Namun pendapat ini ditentang oleh jumhur ulama dengan alasan sebagai berikut :

Pertama, khalifah umar pernah menghukum mati tujuh orang di Shanaa�� gara-gara mereka membunuh satu orang, dan tidak seorangpun sahabat menentangnya, sehingga dianggap ijmaa�� dari sahabat.

Kedua, diriwayatkan dari Rasulullah, beliau bersabda : a�?Sekiranya penduduk langit dan bumi bersekutu (bersama-sama) menumpahkan darah seorang mukmin niscaya mereka akan di lungkupkan ke dalam neraka.a�? a�?mereka berkata apabila mereka dihukum secara bersama-sama di negeri akhirat, maka mereka juga akan dihukum bersama pula di dunia ini.a�?

Ketiga, secara logika: sekiranya orang yang membunuh bersama tidak dihukum, dan yang dihukum hanya seseorang, maka orang ramai-ramai akan membunuh orang secara bersama-sama, toh mereka tidak akan dihukum mati.

Karenanya, pendapat jumhur tersebut dan apa yang dilkukan khalifah harus menjadi pertimbangan utama bagi hakim dalam memutuskan perkara Yuyun dan lainnya pada kasus yang sama yaitu perlunya hukuman yang seberat-beratnya bagi pelaku kejahatan yang luar biasa tersebut.

Semoga peristiwa biadab seperti di atas tidak terulang kembali, dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menciptakan keamanan, kerukunan, kebersihan, juga keindahan daerah kita. Lebih-lebih di Kediri yang disebut sebagai Kota Santri (Sehat, Aman, Nyaman, Tertib, dan Rapi) agar menjaga keindahan dan kebersihan sesuai dengan sabda Nabi : a�?sesungguhnya Allah Maha Indah dan cinta keindahan.a�?

Selanjutnya, kami mengucapkan Selamat Musabaqah Tilawatil Qura��an bagi para peserta semoga sukses. Amin. (r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *