Ketik disini

Headline Politika

PDIP Akan Bebas Tugaskan Soebari

Bagikan

MATARAM – PDI Perjuangan NTB akan membebas tugaskan Ketua DPC Dompu Imansyah Soebari. Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat membenarkan hal itu. Menurut dia, pembebas tugasan itu dilakukan lantaran yang bersangkutan melanggar peraturan partai. “Bukan diduga lagi tapi sudah jelas melanggar instruksi partai sehingga dibebas tugaskan,” kata Rachmat, kemarin (13/5).

Dikatakan, PDIP sangat ketat dalam menerapkan peraturan partai yang sesuai dengan AD/ART. Persoalan itu dibahas dalam Rapat Kerja Daerah yang berlangsung 9 Mei lalu yang dihadiri Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Anggota DPR RI itu menegaskan persoalan tersebut akan disampaikan kepada DPP PDIP. Informasi yang dihimpun Lombok Post, Imansyah Soebari tidak mengindahkan instruksi partai saat Pilkada Dompu beberapa waktu lalu. Dia diduga mendukung Bambang M Yasin, padahal saat itu PDIP mengusung pasangan Mulyadin – Kurniawan Ahmadi.

Rachmat menegaskan pihaknya memiliki bukti atas dugaan pelanggaran yang dilakukan Soebari. Setelah mengumpulkan informasi dan bukti-bukti, DPD PDIP NTB pun mengambil keputusan untuk membebas tugaskan Soebari. “Bukan dugaan lagi, sudah ada bukti kok, nggak mungkin kami bertindak tanpa bukti,” ungkapnya.

Sobari yang dikonfirmasi menyatakan tidak ingin berkomentar lebih karena belum melihat surat keputusan dari partai. Selaku kader PDIP, pihaknya tetap tunduk atas keputusan partai. Hanya saja dia berharap keputusanA´┐Ż tersebut sesuai prosedur partai.

Dia yakin PDIP sangat mengedepankan prosedur dan tidak gegabah dalam mengeluarkan keputusan. Soebari berharap persoalannya itu diputuskan melalui prosedur di Mahkamah Partai. “Resiko jadi kader siap menaati apapun keputusan partai. Yang penting dapat dibuktikan di Mahkamah Partai dan bukti-bukti tersebut diteliti kebenarananya di Mahkamah Partai,” paparnya.

Terkait dengan itu, dia juga berharap proses yang transparan. Artinya, pelapor juga harus dapat bertanggung jawab atas laporannya. Selaku kader PDIP, dia ingin mengetahui sejauhmana indisiplinernya terhadap partai.

Dia mengaku berpartai merupakan bentuk pengabdian sehingga tetap berpegang teguh pada peraturan partai. Adapun perbedaan pendapat dalam internal partai dinilai sebagai bagian dari dinamika. “Bagi saya berpartai itu adalah pengabdian,” tegas dia.

Soebari masih menunggu keputusan apakah memang betul dibebas tugaskan sementara dengan menunjuk karateker sambil menunggu hasil Mahkamah Partai atau bagaimana. (tan/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *