Ketik disini

Metropolis

Perusda Diminta Serap Gabah

Bagikan

MATARAM – Untuk memaksimalkan penyerapan gabah di lapangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) berharap perusahaan daerah ikut berperan. a�?Kita perlu menunjuk perusahaan daerah untuk membeli/menyerap gabah dari petani,a�? kata Kepala BKP NTB Hartinah.

Perusahaan daerah itu diharapkan bisa memaksimalkan serapan gabah. Sehingga mendukung ketersediaan cadangan pangan di dalam daerah. Ini menyusul serapan oleh Perum Bulog sendiri, yang kerap tak mencapai target.

Dipaparkan, proyeksi kebutuhan beras di NTB tahun ini sebesar 581.040 ton. Sementara, proyeksi produksi beras sendiri sekitar 1,3 juta ton beras. Dari total proyeksi produksi itu, Bulog NTB sendiri hanya memasang target penyerapan beras 200 ton beras lebih. Namun, berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, target itu pun masih sukar dipenuhi oleh Bulog.

Hartinah melihat, rendahnya serapan Bulog selama ini disebabkan
harga pembelian beras komersil di NTB paling rendah dibandingkan provinsi tetangga. Harga pembelian beras di NTB sebesar Rp 8600/kg. Padahal, harga pembelian beras di Bali, Jawa Tengah, maupun Jwa Timur, rata-rata mencapai Rp 9000/kg.

Ini menyebabkan, Bulog NTB sukar menyerap beras petani karena sebagian besar memilih menjualnya ke luar daerah dengan harga yang lebih tinggi.

a�?Rendahnya harga pembelian beras di NTB menyebabkan mitra Bulog dan pedagang besar menjual beras ke luar daerah. Ini bisa dilihat dari tingginya beras ke luar di tahun 2015 sebesar 586 ribu ton,a�? beber Hartinah.

Meski begitu, lanjutnya, kehadiran perusahaan daerah yang rencananya diminta ikut menyerap gabah petani nantinya dipastikanA� tidak akan berbenturan dengan fungsi Bulog. Melainkan, keduanya bisa saling sinergi.

a�?Penyerapan beras oleh perusahaan daerah tersebut juga bertujuan agar penjualan beras komersial tidak bergantung dari Bulog,a�? lanjutnya. (uki)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *