Ketik disini

Headline Metropolis

Awas! Pengganti Narkoba Beredar Bebas

Bagikan

MATARAMA�– Tidak hanya narkoba yang patut diperangi. Banyak obat-obatan lain yang ikut disalahgunakan hingga menimbulkan efek yang tak kalah berbahaya. Parahnya, obat-obatan tersebut beredar bebas di pasaran.

Inilah yang menjadi kekhawatiran dari Bupati Dompu H Bambang M Yasin. Ia mengungkapkan, penyalahgunaan obat-obatan itu kini terindikasi marak di kalangan pelajar.

“Memang di Dompu masih sedikit penyalahgunaan narkoba. Namun, penggunaan obat biasa dan dijadikan penganti narkoba banyak. Ini dikarenakan banyak dijual bebas di kios-kios dan apotek,” kata Bambang.

Bambang mengatakan, obat-obatan ini sekilas hanya berfungsi seperti obat penghilang sakit biasa. Namun, jika digunakan pada dosis yang berlebihan dan dengan cara yang tak lazim. Sehingga, menimbulkan efek samping yangA� menyerupai narkoba.

a�?Contohnya, sekarang kita lihat banyak anak yang ugal-ugalan di jalan. Itu salah satu penyebabnya ya menyalahgunakan obat-obatan itu,a�? ungkap Bambang.

Berangkat dari kekhawatiran ini, Bambang pun melihat perlunya suatu regulasi yang jelas. Sehingga membatasi kios dan apotek untuk menjual obat dengan cara bebas, khususnya bagi pelajar.

Disamping itu, ia menekankan perlunya suatu upaya yang masif dan terorganisir pada mencegah peredaran narkoba, termasuk mengintensifkan sosialisasi di kalangan pelajar dan masyarakat umum.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB Kombes Pol Sriyanto tak menampik fakta lapangan yang diungkapkan Bupati Dompu tersebut. Bahkan, penggunaan obat-obatan yg dijual di kios dan apotek untuk dijadikan bahan narkoba kian marak di kalangan pelajar, khususnya di Dompu, Kabupaten Bima dan kota Bima. “Karena itu murah, namun tingkat efekmya hampir sama seperti narkoba,” sebutnya.

Ia berharap Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) untuk lebih empati dan bertindak dengan menjalankan upaya penertiban. Di samping itu, semua orang tua juga diharapkan mengontrol prilaku anaknya agar tidak menyalahgunakan obat-obatan. a�?Ini memang harus menjadi atensi semua pihak,a�? lanjutnya.

Sementara, data penyalahgunaan narkoba di NTB sendiri terbilang terus meningkat. Jumlah pengguna narkoba di NTB sekitar 55.359 orang atau 1,6 persen dari total penduduk NTB (4,5 juta) tahun 2015.

BNN NTB juga berharap dukungan berbagai pihak lebih maksimal, termasuk dari kabupaten/kota untuk bersama-sama menyosialisasikan bahaya narkoba dan penyalahgunaan narkoba lainnya. Salah satunya sosialisasi melalui media luar ruangan yang saat ini dinilai masih kurang maksimal. a�?Sosialisasi anti-narkoba di media luar ruangan itu sangat efektif tetapi sekarang belum maksimal. Kebanyakan spanduk baru sebatas dipasang di depan kantor-kantor dan sekolah. Harusnya lebih marak lagi di ruang-ruang publik,a�? harapnya. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys