Ketik disini

Metropolis

Hampir Separo Remaja Puteri Anemia

Bagikan

MATARAM – Anemia atau penyakit kekurangan darah masih menghantui remaja NTB. Data Dinas Kesehatan NTB menyebutkan, hampir separo remaja putri di daerah ini menderita anemia. a�?Sebesar 46 persen remaja puteri kita mengalami anemia atau kekurangan daerah,a�? ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan NTB Lalu Budarja.

Anemia ini ditandai dengan beberapa gejala seperti sering merasa pusing, lemah dan lesu. Dijelaskan, anemia sendiri adalah kekurangan sel darah merah. Anemia yang sering terjadi adalah anemia gizi besi. Yakni, anemia yang terjadi karena kekurangan zat besi dari makanan yang dikonsumsi atau karena kehilangan darah yang berlebihan dan tidak mampu diganti dengan konsumsi makanan.

Budarja menerangkan, akibat anemia, yaitu menurunkan daya tubuh. Sehingga mudah sakit dan produktivitas kerja rendah. Selain itu, menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar, serta menganggu pertumbuhan tinggi badan.

Ia menekankan, anemia bukanlah hal yang bisa disepelekan. Jika tidak segera disikapi, perempuan yang mengalami anemia akan mengalami kesulitan ketika proses kehamilan.

a�?Ibu hamil dengan anemia akan mengalami kekurangan energi kronis atau KEK. Ini akan mempengaruhi kesehatannya dan bayi dalam kandungannya,a�? jelas Budarja.

Kekurangan energi kronis pada ibu hamil tadi, lanjutnya, akan menyebabkan sang bayi lahir kurang sehat. Ini juga menjadi salah satu penyebab bayi lahir kurang gizi.

Untuk itu, imbuhnya, Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Dikpora akan melakukan upaya khusus. Mulai tahun ini, akan dilakukan distribusi tablet penambah darah untuk remaja puteri, khususnya yang duduk dibangku SMP dan SMA. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *