Ketik disini

Metropolis

Pedagang Daging Cemas

Bagikan

MATARAMA�– Meski bulan Puasa masih beberapa hari lagi, para pedagang di Mataram mulai khawatir akan kenaikan harga daging. Pasalnya, kondisi harga yang naik akan membuat pembeli daging berkurang.

“Menjelang bulan puasa memang selalu ada kenaikan harga daging mas,” kata Baeah, salah seorang penjual daging di Pasar Dasan Agung kepada Lombok Post.

Kenaikan ini akan mempengaruhi hasil penjualan para pedagang. Meskipun daging makin dicari, harganya yang terlalu tinggi membuat masyarakat enggan membeli daging. “Padahal, kalau dia naik keuntungan kami juga sama. Makanya kalau saya sih berharap mudah-mudahan jangan naik,” lanjutnya.

Saat ini, kondisi harga daging masih normal. Yakni kisaran Rp 120 ribu untuk harga daging kelas super. Yakni daging tanpa urat. Sedangkan untuk kelas II mencapai harga Rp 110 ribu. “Kelas II yang ada uratnya mas,” cetus Baeah yang mengaku berasal dari Seganteng Cakranegara.

Baeah mengungkapkan para pedagang daging di Kota Mataram saat ini kebanyakan mengambil daging dari Rumah Potong Hewan (RPH) Majeluk. Berbeda dengan harga daging, harga ayam dikatakan sudah mulai melonjak sejak April lalu. Dari harga yang semula Rp 25 ribu kini sudah naik menjadi Rp 30-32 ribu per kilonya.

“Kalau daging ayam sudah naik sejak awal Bulan Rajab lalu mas. Deket-deket peringatan Isra’ Mi’raj itu,” kata Romini, salah seorang pedagang.

Meskipun naik, permintaan daging ayam masih tetap tinggi. Oleh karenanya, meski pedagang daging merasa khawatir harga melonjak, pedagang ayam tidak terlalu cemas. “Dari tahun-tahun sebelumnya, ayam pasti naik kalau jelang bulan puasa. Tapi itu tidak masalah mas,” jelas Romini. (ton/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys