Ketik disini

Headline Tokoh

Unram Bantu Masyarakat Seriwe

Bagikan

MATARAMA�– Universitas Mataram terus mempertegas kiprahnya untuk membantu masyarakat NTB melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yang terkini, bekerja sama dengan MITSUI, Co.Ltd dan Universitas Darma Persada di Jakarta, Unram membantu masyarakat Desa Seriwe, Kecamatan Jero Waru, Lombok Timur.

Melalui keterangan tertulis yang diterima Lombok Post, Rektor Universitas Mataram Prof Sunarpi mengatakan, nota kesepahaman terkait kerja sama Unram melalui Program Studi Budidaya Perairan dengan MITSUI dan Universitas Persada tersebut telah dimulai sejak 2015 dan akan berlangsung hingga 2018.

Untuk tahun ini kata dia, kerja sama tersebut telah mewujudkan sarana dan prasarana untuk pengembangan budidaya rumput laut di Desa Seriwe. Desa ini adalah salah satu sentra produksi rumput laut di NTB.

Di sana, Unram membantu satu unit bangunan pengering rumput laut menggunakan tenaga surya, yang bisa menopang kualitas produksi rumput laut warga setempat.

Dengan fasilitas ini kata Sunarpi, maka proses pengering rumput dengan tenaga surya ini akan lebih meningkatkan kualitas rumput laut yang dihasilkan warga. Selain itu juga akan memberi efisiensi waktu pengeringan. Pengeringan menggunakan tenaga surya hanya membutuhkan waktu 2 hari dan dapat menghasilkan rumput laut kering kawat.

Selain alat pengeringan, Unram juga membantu masyarakat setempat dengan satu unit bangunan untuk produksi pengolahan rumput laut. Fasilitas ini diharapkan akan menjadikan produksi rumput laut di Seriwe punya nilai tambah, tidak hanya berupa bahan baku mentah semata.

Di luar itu, Unram juga membantu alat pemurnian air laut menjadi air tawar. Seperti diketahui, Seriwe adalah salah satu kawasan di pesisir selatan Pulau Lombok yang selalu kekurangan air tiap musim kemarau tiba.

Kalau hal ini sudah terjadi, maka masyarakat setempat hanya mengandalkan distribusi air melalui mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih.Atau kalau tidak ada pasokan, masyarakat membeli sendiri air bersih dan mendatangkannya dengan mobil tangki.

Saking sulitnya air tawar, masyarakat lebih mudah berbagi beras, ketimbang air bersih.

Fasilitas-fasilitas tersebut kata Sunarpi diperuntukkan untuk masyarakat demi pengembangan ilmu pengetahuan. Untuk pengelolaan, fasilitas tersebut diserahkan kepada koperasi masyarakat yaitu Koperasi Cottonii.

Air tawar yang dihasilkan fasilitas destilasi ini nantinya akan dijual pula oleh Koperasi Cottonii kepada masyarakat. Namun, dengan harga yang jauh lebih murah dibanding jika warga membeli dan mengangkut dengan mobil tangki.

Di luar fasilitas ini, Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram juga kata Sunarpi telah memberikan pelatihan kepada kelompok masyarakat setempat. Yang terdiri 20 orang ibu rumah tangga dan remaja putri untuk membuat dodol dan kerupuk rumput laut.

Kelompok masyarakat tersebut akan memproduksi dodol dan rumput laut secara kontinyu untuk dipasarkan di lokal, di Mataram dan Koperasi Universitas Darma Persada Jakarta.

Program Studi Budidaya Perairan juga akan melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk perbaikan sistem budidaya rumput laut yang telah mereka lakukan agar kualitas rumput laut yang dihasilkan memiliki kualitas yang sesuai standar pasar. (kus/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *