Ketik disini

Bima - Dompu

Panitia Pilkades Dianggap Curang

Bagikan

BIMA – Panitia seleksi administrasi Calon Kepala Desa (Cakades) Kabupaten Bima dituding curang dalam menetapkan kandidat yang lolos administrasi. Sehingga banyak Cakades yang dianggap lebih layak, justru tidak lolos.

a�?Malah yang diloloskan itu Cakades, yang tidak memenuhi kriteria,a�? keluh Cakades tidak lolos administrasi asal Desa Parangina Kecamatan Sape Azhar ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Bima, kemarin (17/5).

Pada tes yang berlangsung di Kantor Bupati Bima, Senin (16/5) katanya, ada empat kriteria yang dinilai. Dari empat itu, dia lebih unggul dibanding Cakades lain. Dari segi umur, paling muda, pendidikan SMA, dan hasil ujian akademik rangking kedua.

a�?Hanya pengalaman kerja dari empat kriteria itu yang tidak terpenuhi. Tiga lainnya saya unggul,a�? katanya didampingi oleh puluhan pendukungnya.

Sementara calon lai, lanjut dia, usianya lebih tua, menggunakan ijazah paket B, dan C.A�A�Hasil tes akademik berada di bawahnya. a�?Malah yang dinyatakan lolos dari enam Cakades Desa Parangina, hasil tes akademiknya pada urutan terakhir,a��a�� ungkapnya heran.

Tidak terima dengan hasil seleksi itu, Azhar bersama pendukungnya mendatangi Kantor DPRD Kabupatena Bima. Mereka keberatan terhadap hasil tes seleksi panitia.

a�?Ini jelas tidak adil. Tim seleksi tingkat kabupaten curang,a�? tudingnya.

Di tempat berbeda, mantan Kepala Desa (Kades) Rite Abdul Wahid. Ia gagal maju pada Pilkades. Lamaran yang diajukan ditolak panitia Pilkades tanpa alasan yang jelas.

Abdul Wahid sangat kecewa dengan kinerja panitia. Karena dianggap tidak memahami UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa.

a�?Saya sudah memenuhi semua persyaratan dari panitia. Tapi surat lamaran saya ditolak,a��a�� keluhnya, kemarin.

Masalah itu sampai Wahid komplain kepada asisten I maupun Kepala BPMDes Kabupaten Bima. Namun jawaban mereka tidak memuaskan. Pejabat tersebut mengatakan masalah bahan lamaran adalah urusan panitia.

a�?Saya pun mengetahui tidak lolos dari warga,a��a�� keluhnya.

Informasinya, berkas lamaran itu ditolak karena redaksi surat SKCK dari kepolisian. Padahal itu bukan urusan panitia.

Ketua DPC Nasdem Ambalawi ini mengatakan, hal ini membuatnya terpukul. Warga Rite, katanya, masih berharap dirinya kembali memimpin desa tersebut.

a�?Warga ingin mendatangi panitia memprotes masalah itu,a�? aku dia.

Ketua DPRD Kabupaten Bima Murni Suciati mengatakan, akan mengatensi persoalan itu. Dewan akan memanggil panitia desa dan panitia kabupaten untuk klarifikasi.

Bahkan pascamenerima warga Parangina, dewan setempat langsung keluarkan surat panggilan kepada para panitia tersebut. a�?Insya Allah, pemanggilan panitia PilkadesA�kita jadwalkan besok (hari ini),a�? kata Murni didampingi sejumlah anggota dewan lain.

Amburadurnya seleksi cakades ditanggapi dewan lain. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bima Sulaiman MT menilai seleksi tersebut cacat hukum. Karena pelaksanaan tes itu didominasi panitia tingkat kabupaten. Sementara panitia lokal hanya sebagai pendamping.

Padahal, sesuai Perda Nomor Nomor 2 Tahun 2015, tentang tatacara pemilihan kepala desa. Pelaksanaan tes itu panitia lokal atau desa, didampingi panitia kabupaten.

a�?Ini justru terbalik,a�? sorotnya, kemarin.

Menurutnya, pemeriksaan hasil tes hingga pada penetapan nama Cakades terpilih harus oleh panitia desa. Bukan panitia kabupaten. a�?Semua itu tertuang dengan jelas dalam Pasal 3-5 Perda Nomor 2 Tahun 2015 itu,a�? sebutnya.

Seharusnya, menurut anggota dewan dari Gerindra ini, pelaksanaan tes dilaksanakan secara terpisah oleh panitia lokal dan panitia kabupaten. Bukan secara bersamaan dalam satu ruangan.

Jika pelaksaannya tidak sesuai Perda, itu berarti hasilnya cacat hukum. Ia meminta, pemerintah mengevaluasi kembali pelaksanaan tes Cakades tersebut.

a�?Saya tidak ingin persoalan itu memicu persoalan baru. Apalagi hasil seleksi CakadesA�mulai dipersoalkan oleh peserta Cakades dari Desa Parangina Kecamatan Sape,a�? tegas dia.

Tidak hanya itu, peserta dari Desa Pai Kecamatan Wera dan Desa Sondosia Kecamatan Bolo juga akan datang ke dewan. Mempersoalan hasil seleksi Cakades oleh panitia kabupaten.

a�?Masalah ini harus segera ditangani,a��a�� pintanya. (mch/ory/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *