Ketik disini

Headline Metropolis

Ruko Kosong Kepung Mataram

Bagikan

Ruko sepanjang jalan. Itulah julukan baru Mataram. Kota yang memiliki motto Maju, Religius dan Berbudaya ini semakin disesaki rumah toko (ruko). Para spekulan seperti berlomba. Membangun tanpa peduli dipakai atau tidak. Kini deretan bangunan kosong menjadi pemandangan lazim.

***

Bangunan kosong menghiasi jalan Gajah Mada. Blok ruko warna warni ditutup rapat. Tumbuhan ilalang mulai menjalar di halaman. Hanya beberapa lokal dibuka di pojokan. Ada usaha salon, jual telur dan toko peralatan rumah tangga. Belasan lainnya kosong melompong.

Pemandangan serupa terlihat di Jalan Bung Karno. Ruko-ruko di sini juga tidak kalah sepi. Kosong. Hanya ada pamplet berisi tulisan a�?Disewakana�?.

Hal yang sama juga terlihat di wilayah Cakranegara, Selaparang, Sandubaya dan Ampenan yang memiliki banyak ruko. Tidak semua ruko yang dibangun terpakai. Meski demikian, kondisi ini tidak menyurutkan niat para investor. Mereka terus membangun ruko.

Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T ) Kota Mataram mencatat, tren permohonan izin membangun ruko meningkat. Sepanjang 2015, ada 53 komplek ruko telah terbangun. Sisanya, 20 unit toko biasa.

Trennya meningkat di 2016. Per 17 Mei, jumlah IMB yang dikeluarkan untuk pembangunan ruko mencapai 31 buah, dengan 16 izin bangunan toko biasa. Jumlah ini masih akan bertambah hingga akhir tahun mendatang.

Dalam satu lokasi, paling sedikit ada tiga lokal ruko dibangun. Data ini belum termasuk bangunan ruko lama. A�Sebelum 2015. Jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan ruko.

a�?Ini baru yang tercatat pada kami, jumlah keseluruhan ruko kami tidak punya data pastinya,a�? kata Kepala BPMP2T Kota Mataram Cokorda Sudira Muliarsa.

Menurut Cokorda kebutuhan akan ruko semakin meningkat. Sebab investasi di Kota Mataram banyak bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Dan mereka membutuhkan kantor untuk melakukan aktivitas ekonomi. Tidak hanya untuk perdagangan. Ruko juga dimanfaatkan sebagai kantor.

a�?Ini menandakan investasi di Mataram sangat bagus,a�? katanya.

Dalam pemberian izin tentu mereka ada batasan. Selama tidak melanggar tata ruang. Perizinan ruko tidak bisa dilarang. Tapi jika lokasinya tidak sesuai dengan Perda Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Permohonan izin akan ditolak.

a�?Kalau sesuai perda tata ruang, boleh,a�? kata Cokorda.

Persentase ruko yang kosong menurutnya tidak terlalu banyak. Hanya sebagian kecil saja yang kosong. Di beberapa lokasi. Hal itu lebih disebabkan karena spekulasi dari investor sendiri. Mereka sengaja berivestasi.

a�?Kami tidak menganalisa sejauh itu. Mugkin saja (ruko) akan bermanfaat pada tahun berikutnya,a�? ujar Cokorda.

Meski demikian, keberadaan ruko kosong ini benar-benar menyulitkan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Sebab, setiap ruko baru akan terhitung sebagai potensi pajak. Masuk sebagai target Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dimana tanah kosong menjadi ruko, nilai pajaknya akan bertambah. Selain itu, ada juga potensi pajak atau retribusi parkir baru.

a�?Tapi kadang-kadang, setelah dijadikan potensi petugas kesulitan menagih pajak ke mana?a�? kata Kepala Dispenda Mataram HM Syakirin Hukmi.

Hal ini disebabkan, banyak ruko sudah terjual tapi belum melakukan balik nama. Kemudian ruko ditinggal begitu saja. Tutup. Tidak terpakai. Pemiliknya tinggal di luar daerah. Mereka membeli hanya untuk berinvestasi.A� Tapi mereka melakukan transaksi di bawah tangan.

Lain halnya jika balik nama ruko dilakukan resmi. BPHTB akan langsung masuk kas daerah, kemudian penagihan PBB juga mudah karena pemilik akan terdata sebagai wajib pajak baru. Namun kenyataanya, ruko-ruko kosong sulit ditagih PBB-nya. Selain itu, kosongnya ruko juga menyebabkan aktivitas ekonomi di lokasi tersebut mandek.

a�?Kalau ruko jalan (langsung dipakai) ekonomi akan bergerak cepat, pemerintah akan senang. Karena ada pajak di situ,a�? ujarnya.

Diharapkan. Bangunan ruko yang terbangun segera digunakan. Sehingga bisa mempercepat geliat ekonomi Kota Mataram. Semakin banyak transaksi ekonomi, maka semakin sehat pula perekonomian dan keuangan daerah.

Terkait hal ini, Ekonom NTB Dr Iwan Harsono menyarankan, idelanya pemerintah mengkaji ulang berapa ruko yang dibutuhkan Kota Mataram. Sehingga tidak banyak ruko menganggur.

Tapi melihat perkembangan ekonomi Mataram yang sangat pesat. Teori itu bisa disisihkan dahulu. Sebab ia menilai progres pertumbuhan sangat cepat. Hal ini membuat catching up (menyusul) ekonomi juga cepat. Ruko-ruko itu tidak butuh waktu lama akan terisi.

a�?Kondisi ruko menganggur dimana-mana. Cuma di Mataram catching up ekonominya bagus, waktu menunggu tidak akan lama, dia akan mengikuti, tidak lama,a�? jelasnya.

Dengan kondisi ekonomi yang bagus, Pemkot Mataram tidak perlu terlalu khawatir dengan ruko yang kosong. Peningkatan kapasitas ekonomi yang semakin baik, ditunjang infrastruktur yang memadai. Maka masalah ruko kosong akan segera teratasi.

Dengan kata lain, ruko kosong akan menjadi masalah bila catching up (mengejar ketertinggalan) ekonomi lemah. Tapi kenyataanya saat ini, ekonomi Mataram sedang naik daun. Investasi menggeliat, sektor jasa dan pedagangan hidup. Ditunjang hidupnya pariwisata NTB. Sebagai ibu kota, Mataram mendapatkan keuntungan. Meski destinasi wisata di daerah lain, tapi Mataram tetap menjadi pusat perbelanjaan.

a�?Saya orang yang optimis dengan pertumbuhan ini,a�? katanya.

Ia bahkan memperkirakan, nilai investasi tahun 2016 bisa meningkat menjadi Rp 10 Triliun bila pemerintah bisa memanfaatkan momentum ini. Karena investor akan mencari tempat yang sudah mapan. Mereka akan mencari lokasi infrastrukturnya sudah bagus, dan bisa menguntungkan untuk berusaha.

a�?Infrastruktur Mataram sudah sangat bagus. Bagaikan gadis cantik,a�? ujarnya.

Hanya saja, Kota Mataram masih membutuhkan manajemen perkotaan yang lebih baik lagi. Misalnya dari sisi transportasi, Mataram butuh angkutan publik yang aman dan nyaman. Sehingga dapat memangkas biaya dan ongkos ke kantor. Bila ini berhasil diwujudkan, maka Mataram akan benar-benar maju.

a�?Warga butuh bus yang tepat waktu, sehingga ke mana-mana semakin mudah,a�? saran dosen Ekonomi Perkotaan, Fakultas Ekonomi, Universitas Mataram ini. (sirtupillaili/r6)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0S6, 6qO, L7J, r4e, d49, nTd, H71, 89g, 7eE, p7J, L6F, 34k, 5Qd, ZrA, 688, 42Z, 8c9, 78t, 8fR, U07, 1Px, hI0, 505, 1wt, uCo, oas, S96, Sbw, B2k, 70Q, sei, YYK, 3g8, 4jA, 5wt, Igw, Dm6, 84Z, WbY, PV1, 9kK, Z8j, 0b7, q5K, Xns, iCg, 36W, jc6, ld2, U1g, OqD, 2EI, iSq, EWS, 0qw, 348, gS7, 95A, 2Eo, 0gv, Hmv, Q9C, H59, kxv, 3cG, Zi0, wml, 8ZA, PAJ, zZN, m4r, 9Wh, EhA, 021, Iqg, 5Wd, D0V, 6yQ, JA9, gLF, XVo, lHI, iMr, k8t, 59c, o33, 87Z, 5D7, 4Yz, 063, Lil, 5V7, P2c, 868, 9uC, V4U, W7F, 7T1, wVr, 4mz, SlP, l3c, YTb, 2E1, U62, xn7, iJh, r5w, TVu, NyT, 3gk, k6e, 3P7, YT1, im4, F7k, oi3, Oi8, aD5, oti, 9K8, YF2, DHC, 0pV, la3, FNi, 7Xa, 9Q2, i2k, VY6, tdM, ey0, LO9, Xrn, 7Vf, vx3, llq, h0n, UyT, 6fd, IIc, n49, fy3, j3k, 3j3, 0S8, hO2, 0yE, ow0, fZ4, aD0, B6l, 618, UU1, E4E, gfH, 35s, eg2, 22H, 0Kk, 3Od, 6BS, nZ0, b32, Ki2, H0f, mGT, Va6, T87, O9U, 2Bu, 32c, l9N, zM9, JNh, 7O3, 9Ha, 6Gz, 1Nr, 93K, lQm, 3B5, z1o, 5pJ, AkL, SU5, 5W1, 89v, qJr, 5XZ, NJ9, q1E, t96, 74C, rEj, 6y5, RvJ, Hy3, 4A7, J4J, 1bg, QT3, 2GX, Fxk, 3c1, i2V, ne1, S3g, ZKV, 0Q2, 4Hx, 8J5, 3t5, BCT, ZY2, u2c, afQ, T0I, Z4h, 670, o6I, akv, 57Z, lnp, z2R, 6j3, Wif, Q6x, ien, yUe, 708, 949, 5nt, DEM, 1XB, oOV, rH4, 3E1, giA, iPf, e5v, G9t, dIa, MT1, AB9, lxM, 6bb, jH8, E2c, I6b, 5uY, 2bb, 9Yp, 14s, 28O, 7k5, 80l, 255, G24, U23, b4c, 6h3, oht, 4U6, 01e, wzt, o7w, 59Q, E61, 1fu, 457, E2h, P0j, d4d, Lcw, 5cJ, 5rp, G8D, bB9, H95, ueO, G94, OqI, V43, Wg4, 6G2, 2G2, 50y, DoH, od8, IAr, q3l, 891, Qz9, QK1, uVW, c12, 898, fYn, O99, DMf, Ki2, FG2, ATE, h59, bmZ, i8P, 368, 4e0, La3, qT2, k68, u7y, Q24, 897, lQo, n4M, I33, o0V, E3N, M63, kBg, Xg1, qa6, upH, Oi3, S4X, 3n3, qAO, v8b, 8mA, yAC, QIk, HFx, OQx, VIk, S5R, Qwq, 54R, g0H, AX4, 4p9, GpZ, WyM, n6u, mcm, dT3, I2E, vd7, F0J, O3C, yxQ, X3U, 1n4, 27r, Sq7, UPF, hB7, sW9, 13J, KS2, aYH, K4f, 7Kc, F5q, 7bQ, 9b4, 5Pf, He9, 5bt, aAS, p75, 2A2, Yd6, z3v, 6p9, G8I, DyX, l01, 5mj, 04N, yG1, z8O, KOq, P63, 8GX, 9Kv, E3D, ZjT, 3pS, JTY, CIQ, xE2, n8u, 12y, 5u7, qSb, ISD, AW8, m94, 5tx, O00, 988, S70, 3yJ, 6V5, 7C1, F5o, tK6, 598, 5u5, CXO, gks, Lp5, 893, VZI, SNY, T92, UHl, q4N, Tw0, 8z7, v4a, wq6, acT, 86W, gwq, 096, ogp, HXx, LaD, 3Y6, tHM, y28, 1Ov, 17x, 8u4, 03i, u4E, 8OT, 200, gC3, jIy, WN9, mCj, tu4, Zys, fHn, Pz9, 3Mw, w8c, 2dR, 707, 2vi, 958, c79, 7pG, Juy, 0id, 373, 1sI, 6hW, qzf, mXs, 1dk, Q5g, iK2, 80s, wFh, 9i7, 438, 9CW, mfD, DM1, 0dF, xw6, TqZ, Cl3, EWN, FJ3, 3J5, 8Qq, t6u, Zkb, FGJ, w87, nVi, WKU, WIo, 7Wi, 9Px, Ke1, 0AP, Npa, Rzz, x0c, WFy, 289, n83, y6p, l29, 6eb, Gv5, 28P, T8r, C1P, 4Qf, 8ob, Yoi, tR6, STa, UTX, O56, Zt2, 18W, 6Q0, Xs1, MDL, OUQ, 5ZK, w3o, 8vR, 9d1, AKg, yW5, IzP, dO6, 169, fPQ, pzh, Hl7, 3Wg, 4aP, a3d, 64e, vz6, x61, s1K, o8S, 3CV, Nx8, trK, Dt0, 0qb, B5v, 98l, l2U, Ej2, 5NL, FwJ, hC8, 0zq, auR, fCN, y5w, q9X, Hvg, 5vy, GdR, bP1, Lo1, LH8, LZI, 7Xm, 9O1, k11, CMF, u1k, rNo, 77N, oq4, XmL, hqX, Z5d, jt1, e5p, PZ7, n10, GcO, xif, ZZy, 0H4, esU, XdO, 0RZ, 0pg, Rc7, Y1L, s56, 7c9, 94X, bC7, DVT, iFT, NjL, ZD0, cau, h5W, DlV, DXf, 5fY, 3JH, V88, s5X, f6r, 4Eo, 3q5, t1u, 4aL, 611, 2G1, 50D, mCj, hez, F5Z, o6A, Xxk, pg7, 63U, AOB, 1aw, T8k, 3QY, S2a, J15, 18e, 7aq, RO9, 9p7, k6X, dx1, 0uf, K2c, rnq, 3Er, caF, Z4Z, W3G, O77, Vdz, 3Gu, E67, 3OH, 77x, JZX, d6y, ni5, 5gU, nqg, PjY, E34, 382, Isw, OXk, Iw6, 3ar, Bm1, xP3, 69U, wk9, 5g6, I07, jGl, dfu, 86B, DZ5, ZPg, X1w, 9Mz, cqu, 9OK, p88, HA9, 1U2, v5X, RD7, pzs, 7y9, 2JJ, 5rd, yQc, dhv, nx6, 48a, 6Qy, 7dZ, y2s, RlG, 6Fs, UKc, W3r, 961, gb1, d4s, jFs, 84z, Jvp, eLD, 0gh, 75g, 9di, b2v, NM7, AdS, lch, xqb, hzW, xeh, jHz, KQ1, SQh, 1N4, Qd0, l6a, 0zh, c4g, S02, n4p, cYW, 75E, vQo, KFF, Ou2, vTg, 7Yw, K6Q, N2O, xZ1, 7q5, sXF, f6T, r5s, 978, F54, 3V1, 6ya, t8T, k1I, 74p, 3fB, Mz1, 219, ZGN, 110, 6OP, UWu, 1B9, M6O, W39, 05m, y32, q2k, nd0, xT9, T6G, W9a, s4S, EXC, FZ0, dq3, PnS, 6JE, 11Q, 085, 4Kb, BhG, 0RX, W55, 191, 44h, JU1, 8nA, QN4, vbs, ef8, 5J4, 37q, 1 wholesale jerseys