Ketik disini

Tokoh

Syukurnya Mataram Masih Bisa Napas

Bagikan

MATARAM – Ahli transportasi Fakultas Teknik Universitas Mataram I Made Mahendra mengingatkan Pemkot Mataram untuk segera mengambil tindakan guna mencegah kemacetan. Kelumpuhan transportasi mengancam ibu kota provinsi ini, terutama jika pelanggaran-pelanggaran pemanfaatan jalan dan ruangnya terus dibiarkan.

a�?Saat ini ciri-ciri kelumpuhan arus lalu lintas di Kota Mataram sudah mulai terlihat. Saya prediksi 5-10 tahun, akan terjadi kemacetan di titik-titik tertentu pada jam-jam sibuk,a�? jelasnya.

Syukurnya, Mataram kini kata Mahendra masih bisa bernapas. Sehingga masih memiliki kesempatan untuk mengambl tindakan.

Pria kelahiran Denpasar 26 Juni 1966 ini mengatakan, masalah kemacetan memang selalu menjadi biang masalah di perkotaan di Indonesia. Namun, kata dia, kemacetan menjadi sulit diatasi kalau sudah terjadi. Sementara ketika belum terjadi, maka bisa ditangani.

Itu sebabnya, dia mendorong pemerintah melakukan gerakan pencegahan sejak sekarang. Mengingat tanda-tanda peringatan itu sudah muncul. a�?Kami bersama pemerintah sebetulnya dulu pernah membentuk forum sadar komunikasi. Baik di Provinsi maupun di Kota,a�? katanya saat ditemui Lombok Post di ruang kerjanya di Fakultas Teknik Unram.

Awal mula, forum yang bertujuan menyadarkan masyarakat akan pentinngya kelancaran transportasi ini berjalan sesuai rencana. Namun begitu dalam perjalanannya kini, niat awal pun mulai berubah sehingga forum ini perlahan tak berjalan.

Berbagai kepentingan yang ada di provinsi maupun di Kota Mataram diungkapkannya membuat kebijakan tak berpihak terhadap arus trasnportasi. Ia mengibaratkan pelaku pelanggaran di kalangan pemerintah maupun masyarakat ibarat mata rantai yang tidak ada pustusnya.

Hal ini menurutnya membuat kondisi tranportasi khususnya di Mataram mulai mengkhawatirkan.

Beberapa ciri yang kini sudah dapat dilihat di Kota Mataram dijelaskan dosen Unram ini yakni arus lalu lintas yang kian hari kian tinggi. Angkutan umum juga sudah mulai tidak berfungsi.

Pertumbuhan jalan tidak begitu tinggi sementara pertumbuhan kendaraan sangat pesat. Hal ini dinilai menjadi tanda bahwa sebentar lagi Kota Mataram akan mengalami kemacetan seperti kota besar yang ada di Indonesia lainnya.

a�?Kalau sudah terjadi kemacetan kemudian bertindak, itu akan sangat sulit,a�? kata dia mengingatkan.

Untuk itu, ia berharap pemerintah jangan sampai kebablasan. Khususnya dalam melakukan kontrol pengawasan, penegakan aturan dan penindakan pelanggaran. Karena, jika terus lalai dan membiarkan pelanggaran demi pelanggaran terjadi, bukan tidak mungkin arus trasnportasi Mataram bisa lumpuh lebih cepat.

Beberapa faktor lain yang dikatakan bisa mempengaruhi transportasi di Kota Mataram menurut Made Mahendra di antaranya yakni alih fungsi lahan. Kemudian ada juga pedagang yang berjualan menggunakan trotoar jalan.

Parkir yang tidak tersistem dengan baik, hingga bangunan sempadan jalan yang menjadi area parkir banyak disalahgunakan pengusaha. a�?Kelembagaan penegakan aturan harus diperkuat untuk mengawasi sistem pergerakan, jaringan dan kegiatan,a�? jelasnya.

Untuk sistem pergerakan, kontrol bisa dilakukan oleh pihak Kepolisian, Dinas Perhubungan atau SKPD terkait. Sedangkan untuk jaringan, atau masalah jalan tentu menjadi tanggung jawab dinas PU dan SKPD yang bersangkutan. Kalau untuk kegiatan ini menjadi ranahnya Dinas Tata Kota ataupun BPMP2T karena terkait izin usaha yang berada di area sekitar jalan.

Untungnya, saat ini Kota Mataram menurutnya memiliki sistem perencanaan jalan yang luar biasa. Sistem perencanaan jalan ini sudah dibangun oleh para pendahulu sejak Mataram masih dalam bentuk kerajaan.

a�?Saya bersama teman saya telah melakukan penelitian jalan di Kota Mataram. Dari hasil penelitian, kami menyadari jalur-jalur yang ada di Mataram ini begitu modern dan luar biasa. Mulai dari jalur utama, jalu luar perkotaan hingga jalur penghubung dibangun pendahulu sangat baik,a�? bebernya.

Ini menjadi salah satu alasan sistem transportasi di Kota Mataram hingga saat ini masih cukup baik. Namun, jika tidak dipertahankan dan terus dijaga dengan dibiarkannya pelanggaran demi pelanggaran, maka sistem jaringan jalan yang sudah ada saat ini bukan tidak mungkin akan menjadi kacau balau.

Untuk itu, ia berharap pemerintah lebih cepat tanggap dan sadar untuk terus berupaya mencegah terjadinya kemacetan. (ton/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys