Ketik disini

Praya

Dana Penyuluhan Narkoba Minim

Bagikan

PRAYAA�– Bakesbangpoldagri Lombok Tengah (Loteng), mengeluhkan minimnya anggaran yang digelontorkan TAPD dan dewan, untuk mensukseskan program penyuluhan pencegahan narkoba. Padahal, penyebaran dan penggunaan narkoba saat ini, cukup mengkhawatirkan.

a�?Karena penyebarannya tidak saja terjadi di masyarakat perkotaan. Tapi, menyasar hingga desa, bahkan lembaga pendidikan,a�? kata Kepala Bakesbagpoldagri Loteng HM Suhardi, kemarin.

Kondisi semacam itu, diakuinya harus dicarikan jalan keluar. Dengan cara, memperbanyak penyuluhan, sosialisasi dan pendidikan tentang bahaya narkoba.

a�?Urusan yang satu ini menjadi tugas Bakesbangpoldagri. Kami tidak ingin, dianggap tidak bekerja,a�? ujarnya.

Untuk itulah, pihaknya meminta agar di APBD perubahan tahun ini, anggaran di instansinya ditambah, khusus pada item belanja penyuluhan bahaya narkoba. Jika tidak, pekerjaan yang satu itu justru bertambah berat, karena jumlahnya semakin meningkat.

Program pencegahan, kata Suhardi menjadi salah satu kunci, untuk menekan penyalahgunaanA� narkoba. Bakesbangpoldagri pun tetap mengajak kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan kepolisian. Hanya saja, volume kegiatannya disesuaikan dengan anggaran.

Misalnya, tambah Suhardi penyuluhan pencegahan narkoba yang harusnya dilaksanakan per desa, terpaksa dijalankan per kecamatan. Begitu pula ditingkat lembaga pendidikan. a�?Kami ingin sekali menyasar seluruh sekolah SMP/MTs, SMA/SMK dan MA. Tapi, apalah daya anggaran tidak cukup,a�? sindirnya.

Padahal, kata mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng tersebut, di lembaga-lembaga pendidikan itulah, yang pertama harus disentuh. a�?Inilah pentingnya kantor BNNK di daerah kita ini. Maka dari itu, kami sedang mendorongnya,a�? sambung Kabag Hukum Setda Loteng H Mutawali, terpisah.(dss/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *