Ketik disini

Selong

Bermanfaat Besar Tapi Belum Dimanfaatkan

Bagikan

Mengantisipasi masalah gagal panen, pemerintah memiliki pola Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai solusinya. Sayang, kendati bermanfaat besar, belum banyak petani yang

*** A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�

KEKERINGAN di Lombok Timur tahun ini sangat parah. Banyak petani sudah pasrah membiarkan tanaman padinya yang baru seumur minggu menunggu waktu untuk mati. Kerugian pasti dialami. Siap-siap pinjam sana dan sini untuk menyambung hidup.

a�?Mau cari untung, kita malah buntung,a�? kata Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lotim H Maidy menggambarkan kondisi petani.

Pemerintah sebenarnya sudah mengantisipasi hal ini. Ada aturan yang memungkinkan kerugian petani bisa ditekan, bahkan aturan tersebut juga mengatur bantuan yang bisa didapat petani. Salah satunya melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Dengan itu dimungkinkan adanya ganti rugi atas gagal panen yang dialami petani, sehingga kemungkinan terjerat rentenir bisa dihindari. Modal kerja untuk menanam kembali juga bisa didapat.

Dalam penjelasan tertulisnya, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian RI menjelaskan petani cukup membayar Rp 36 ribu perhektare. Disamping mengikuti rekomendasi teknis usaha tani yang baik, luas lahan maksimal dua hektare. Dalam hal ini pemerintah juga membantu premi asuransi Rp 144 ribu perhektare, sehingga totalnya menjadi Rp 180 ribu perhektare. Dari jumlah itu, bisa diperoleh Rp 6.000.000 untuk setiap hektare harga pertanggungannya.

Dalam melakukan klaim , ada sejumlah tahapan yang dilakukan. Mulai dari ketentuan klaim, persetujuan klaim, hingga pembayaran ganti rugi. Paling lambat uang akan cair 14 hari setelah berita acara selesai. Sangat mudah dan memberikan manfaat.

Sayangnya Hingga kini sangat sedikit petani yang mengikuti AUTP. Padahal jika dibanding kerusakan luas tanaman padi akibat kekeringan, sudah ribuan petani yang terdampak. Data hingga akhir April lalu menunjukkan luas kerusakan tanaman padi mencapai 1.896,2 hektare. Dari angka itu, 562,2 hektare masuk kategori gagal total alias puso.

a�?Kekeringan itu ada di sembilan kecamatan, dari selatan sampai utara Lotim,a�? ujar Kasi Pengendalian Hama Penyakit, Dinas Pertanian dan Peternakan (Tannak) Lotim Kamal Marsudi.

Dibalik manfaatnya yang sangat besar, belum banyak petani yang memanfaatkannya. Ketidaktahuan petani tentu menjadi alasan utama. Untuk itu, kedepan sosialisasi mengenai program ini harus digalakkan. Agar petani tak rugi dua kali, kehilangan pendapatan dari lahan yang gagal panen dan kehilangan potensi asuransi yang menjadi haknya.

Kabid Perlindungan Tanaman dan Pengolahan Hasil, Distannak Lotim Zulkifli menegaskan hal itu akan didorong dimasa yang akan datang. Bukan berarti bermaksud menggagalkan tanaman petani, namun AUTP menjadi upaya meminimalisir kerugian dan membantu petani. a�?Info mengenai prosedur dan cara mendaftar, silakan hubungi kami,a�? katanya penuh kesiapan. (Wahyu Prihadi/Selong/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *