Ketik disini

Giri Menang

Pemkab Segera Lakukan Penertiban

Bagikan

GIRI MENANG – Dugaan pelanggaran roi pantai salah satu hotel di Senggigi, belum ditanggapi serius Pemkab Lombok Barat. Pemkab beralasan masuknya bangunan hotel dalam roi pantai diakibatkan abrasi.

”Itu kan di luar konteks, karena abrasi, bukan sengaja,” ungkap Asisten II Setda Lombok Barat Robijono Prastijanto, Kamis (19/5).

Robi mengatakan, pihaknya telah mendengar persoalan dugaan pelanggaran tersebut. Informasi yang dia peroleh, dulu Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) telah melakukan pengukuran. Sesuai dengan batasan sempadan pantai.

”Awalnya sudah diukur, akan membangun tetapi terjadi abrasi, karena itu dimundurkan,” aku Robi.

Karena itu, pihaknya akan meminta BPMP2T untuk turun kembali. Mengecek kembali kondisi bangunan dengan batas roi pantai. Bila tidak sesuai, akan ditindaklanjuti tim penertiban.

”Kalau tidak sesuai konsekuensi ya kita tertibkan,” ujarnya.

Robi mengatakan, sebelum terjadi permasalahan ini, seharusnya perizinan turun ke lapangan. Bersama dengan tim melakukan pengecekan.

”Kalau masuk (memenuhi syarat perizinan, Red) kasih izin, kalau tidak ya tidak bisa,” katanya.

Namun, saat disinggung terkait kelalaian dinas terkait yang tetap memberikan izin, meski lokasi pembangunan dekat dengan bibir pantai, dibantah Robi. Dia pun membantah pemkab mengobral izin demi raihan PAD, meski berpotensi merusak lingkungan.

”PAD itu berapa sih. Kalau rusak lingkungan, kita juga yang rugi,” tandasnya.

Terkait dengan penertiban, Sekda Lobar Mochammad Taufiq mengatakan, tim penertiban memang sudah terbentuk. Tetapi masih melakukan kajian untuk melakukan penertiban.

”Sudah ada rapat. Tapi belum turun saja untuk penertiban,” ungkap Taufiq singkat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lombok Barat Sulhan Muchlis Ibrahim mengatakan, pemkab jangan meminta PAD saja, namun mengesampingkan unsur lingkungan dan tata ruang. Membuat masyarakat kehilangan ruang publiknya.”Jangan karena alasan investasi dan PAD, tapi hak masyarakat untuk ruang publik dipangkas,” kritiknya.(dit/r6)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *