Ketik disini

Tanjung

DPPKKP KLU Salahkan Cuaca

Bagikan

TANJUNG – Target tanam lahan periode musim tanam pertama 2015-2016 di Lombok Utara rupanya tidak bisa direalisasikan. Hal ini diklaim akibat faktor cuaca yang tidak sesuai jadwal. “Untuk periode Oktober 2015 sampai Maret 2016 (musim tanam pertama) tidak bisa kita penuhi,” ujar Kabid Pertanian DPPKKP Lombok Utara Sabdi, Rabu (18/5).

Menurut Sabdi, kurangnya pencapaian tersebut dikarenakan faktor cuaca. Di mana pada musim ini, hujan yang diprediksi datang lebih awal justru terjadi terlambat. Sehingga lahan yang bisa tanam dua kali setahun justru hanya bisa ditanami satu kali.

Dijelaskan, target yang ditetapkan pusat kepada Lombok Utara pada musim tanam pertama Oktober 2015 hingga Maret 2016 adalah 12.275 hektare. Namun yang bisa terealisasi hingga Maret sebesar 9.785 hektare (79,71 persen). “Sebenarnya jika melihat luas lahan yang ada di Lombok Utara target ini kurang realistis,” cetusnya.

Saat ini Lombok Utara memiliki luas lahan sekali tanam setahun sebesar 5.832 hektare dan luas lahan dua kali tanam setahun sebesar 2.789 hektare yang tersebar di lima kecamatan. “Kalau ini dihitung Lombok Utara sebenarnya maksimal bisa merealisasikan 10 ribu hektare lebih,” tandasnya.

Perbandingan di musim yang sama tahun sebelumnya, Lombok Utara justru bisa merealisasikan lahan tanam sebesar 10.507 hektare. Ini karena saat itu musim hujan terjadi sesuai jadwal. “Faktor-faktor ini sudah kita jelaskan kepada pusat tetapi untuk hal teknis pusat terkesan tidak mau tahu,” cetusnya.

Saat ditanya, apakah tidak tercapainya target lahan tanam ini karena pengurangan lahan atau alih fungsi lahan, Sabdi belum bisa memastikan. Pasalnya, saat ini pihaknya masih melakukan proses pendataan ulang terkait luas lahan yang dimiliki daerah. “Belum tahu, tetapi pengurangan lahan ada. Nanti kalau data sudah lengkap baru kita bisa tahu pastinya,” pungkasnya. (puj/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *