Ketik disini

Headline Metropolis

Dua Rute ke Surabaya Dihentikan

Bagikan

MATARAM – Langkah manajemen Lion Air yang memberhentikan sebulan 93 penerbangan rute domestik dan dua rute internasional dipastikan berimbas pada penerbangan di Lombok. Tercatat, Lion Air memberhentikan dua rute penerbangan ke Surabaya dari Lombok International Airport (LIA).

Rute penerbangan itu mulai berhenti sejak 18 Mei 2016 dan akan berlangsung hingga 17 Juni 2016. Penerbangan ke Surabaya yang berhenti yakni JT 975 berangkat 10.50 Wita dan JT 823 yang berangkat pukul 23.00 Wita.

“Penerbangan yang dihentikan itu memang tidak seluruhnya. Hanya pada jam tertentu saja,” kata General Affair and Communication PT Angkasa Pura (AP) LIA, Gede Eka Sandi Asmadi pada Lombok Post, kemarin (20/5).

Dia mengatakan, penerbangan yang berhenti itu mengacu pada surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Nomor AV.007/5/24/9JPU.DN-2016, tertanggal 18 Mei 2016. Surat itu berupa persetujuan penundaan penerbangan yang telah diajukan Lion Air ke Kemenhub sebelumnya.

Selebihnya, kata Sandi, seluruh penerbangan Lion Air dari dan menuju Lombok dari berbagai destinasi masih berlangsung normal.
Tadinya kata dia, penerbangan Lion Air dari Lombok ke Surabaya sebanyak tujuh penerbangan sehari. Kini, dengan penghentian dua rute, maka sisa penerbangan Lion Air ke Surabaya dari LIA hanya lima kali sehari. Sama persis dengan rute penerbangan dari Surabaya ke Lombok, yang juga lima penerbangan.

Penerbanyan ke Surabaya dan sebaliknya dilayani Lion Air dengan pesawat Boeing 737-800 NG dengan kapasitas yang bisa mencapai 189 tempat duduk.

Selain ke Surabaya, Lion Air melayani rute penerbangan dari Lombok ke Makassar, Lombok-Jakarta, Lombok-Bali, Lombok-Sumbawa, dan Lombok Bima. Penerbangan yang sama juga berlaku dari kota-kota tujuan tersebut ke Lombok. Untuk rute-rute jarak pendek, Lion Air melayani penerbangan bersama anak usahanya Wings Air.

Seluruh rute itu kata Eka Sandi berlangsung normal dan tidak ada kendala. Termasuk dalam penerbangan yang berlangsung di LIA kemarin(20/5).

Terhadap penerbangan yang sudah dihentikan tersebut, Sandi mengatakan, para penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket tetap akan diberangkatkan. Menjadi tanggung jawab Lion Air untuk mengalihkannya ke penerbangan lain. Andai pun ada perbedaan harga tiket yang lebih mahal, maka hal tersebut juga akan menjadi tanggung jawab Lion Air.

“Setelah kami cek, sejak 18 Mei, para penumpang sudah dialihkan menggunakan maskapai penerbangan lain. Urusan teknis lainnya, Lion Air yang tahu,” kata Sandi.

Kebijakan yang diberlakukan Dirjen Perhubungan Udara itu juga, tambah Sandi disesuaikan dengan ketentuan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009, tentang penerbangan. Juga Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 40 Tahun 2016, tentang perubahan ketujuh atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2008, tentang penyelenggaraan angkutan udara.

Kemudian, kata Sandi juga merujuk pada surat Director of Business Development PT Lion Mentari Airlines Nomor 025/JKT-DA-LS/Ext/V/2016, tertanggal 16 Mei 2016, perihal permohonan penundaan pengoperasian penerbangan.

“Perkembangan lebih lanjut, kita tunggu hasil evaluasi Dirjen Perhubungan Udara,” katanya.

Sementara itu, Pantauan Lombok Post, menyusul diberlakukannya larangan penerbangan dua maskapai Lion Air itu, suasana kesibukan di check in konter Lion Air normal seperti biasa. Kecuali saat check ini untuk penerbangan yang dihentikan. Konter menjadi sedikit lebih sepi. (dss/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *